Minggu, 12 April 2026

Jakarta Banjir

Banyak Pintu Air di Jakarta Barat Rusak dan Belum Terpasang

Sejumlah pintu air di beberapa kali di Jakarta Barat mengalami kerusakan dan ada pula yang belum dipasangi pintu air. Akibatnya warga yang tinggal di

Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Pintu Air Kali Mookevart yang rusak.(Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw) 

WARTA KOTA, CENGKARENG -- Sejumlah pintu air di beberapa kali di Jakarta Barat mengalami kerusakan dan ada pula yang belum dipasangi pintu air. Akibatnya warga yang tinggal di tepian kali selalu kebanjiran.

Hal ini terjadi di Cengkareng Drain, Kali Mookevart di ruas Jalan Daan Mogot, Kali Angke di ruas Jalan Tubagus Angke, serta Kali Sodetan yang menghubungkan Kali Grogol dan Kali Angke di ruas Jalan Tubagus Angke.

Pintu air Kali Mookevart di Jalan Jembatan Gantung, Kelurahan Rawabuaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, sudah rusak selama 2 tahun belakangan.

Pintu air ini berfungsi menyalurkan air dari Kali Mookevart ke Cengkareng Drain (sodetan cengkareng). Tapi selama 2 tahun ini air tak bisa dialirkan karena pintu airnya macet, tak bisa dibuka.

Rumah pintu air terpaksa dijebol, agar memudahkan petugas mengeruk sampah saat air Kali Mookevart sedang deras.

Sarwidi (50), petugas di Pintu Air Kali Mookevart, mengatakan, tak berfungsinya pintu air membuat repot petugas. Terutama setiap hujan deras dan banyak sampah terbawa.

Akibat pintu air macet, sampah bakal menumpuk dan menutupi Kali Mookevart sepanjang 1 kilometer bahkan lebih.

"Sudah 2 tahun tak pernah diperbaiki ini," kaa Sarwidi kepada Wartakotalive.com di lokasi pintu air, Kamis (19/1/2017).

Menurut Sarwidi, air di Kali Mookevart akan terbuang ke Cengkareng Drain hanya setiap sodetan raksasa itu sedang surut.

Sebab pintu air Kali Mookevart hanya terbuka sedikit di bagian bawahnya saja.

Sedangkan pintu air Kali Apuran Atas di Komplek Karawang, RT 8/12, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, mengalami kerusakan sejak 5 tahun belakangan.

Setiap air di Cengkareng Drain naik akibat rob, warga di tepi Kali Apuran atas pun kebanjiran. Sebab air dari Cengkareng Drain jadi masuk ke Kali Apuran Atas, akibat pintu air yang terus terbuka karena rusak.

Setiap banjir, gang-gang di pemukiman warga tergenang air mulai setinggi 15 centimeter sampai 30 centimeter.

"Wah repot kalau sudah banjir disini. Rutin lagi, setiap bulan ada saja banjirnya," kata Sunaiyah (45), warga di tepi Kali Apuran Atas.

Konyol
Sementara itu, di Kali Angke sepanjang Jalan Tubagus Angke, jejeran pintu air disana pun tak berfungsi. Itulah yang membuat Jalan Tubagus Angke kerap tergenang setiap air kali meluap.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved