Sabtu, 25 April 2026

Bola Basket

Elegi Sang Pemain Naturalisasi

"Thank you, everyone. It's such a great journey to be part of basketball world here in Indonesia. And to my fans here, terimakasih. Semuanya, i love

Warta Kota/Banu Adikara
Pebasket Indonesia berdarah Filipina, Ebrahim Enguio "Biboy" Lopez ditemui di kawasan Kuningan oleh Warta Kota. 

"Bos (pihak Aspac-red) bilang saya untuk tetap tenang dan tunggu kelanjutan saja. Saya sendiri tidak tahu kenapa hal ini terjadi. Saya bingung," kata Biboy yang sudah cukup fasih berbahasa Indonesia itu.

Untuk diketahui, IBL 2017 memberlakukab sebuah regulasi baru di mana 11 klub yang ada harus memiliki dua pemain asing dari Amerika Serikat.

Namun, bilamana sebuah klub sudah memiliki pemain naturalisasi, maka klub tersebut hanya boleh mengambil satu pemain asing.

Selain Biboy, Aspac sudah memiliki satu pemain naturalisasi lain, yakni center Anthony Ray Hargrove. Jika merujuk pada aturan, harusnya Aspac sudah memenuhi kriteria tersebut.

Namun pada kenyataannya, Aspac mendatangkan pemain asing bernama Piere Handerson untuk bermain di IBL 2017 ini. Hasilnya, Piere dan Anthony sah menjadi pemain asing Aspac musim ini, sementara nama Biboy tidak muncul.

Perguliran musim IBL 2017 memang hanya tinggal menghitung hari, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat Biboy untuk tetap bisa bermain untuk Aspac.

"Saya masih mau main untuk Aspac. Saya sudah orang Indonesia. Tentu saya punya hak main. Tapi ya, begitulah. Saya nunggu keputusan dari manajemen liga saja. Saya belum bisa komentar banyak. Saya berharap mereka mempertimbangkan lagi, " katanya.

Menurut Biboy, jika alasan dirinya tidak bisa main adalah karena dirinya masih dianggap asing, maka ada elemen lain yang harus di pertimbangkan IBL untuk memasukkan namanya di roster Aspac musim ini.

"Dari status kewarganegaraan, saya tidak berbeda dengan Anthony maupun Jamarr Andre Johnson (pemain naturalisasi CLS Knights Surabaya - red). Kami sama-sama naturalisasi. Tapi dari sisi lain, saya berbeda dengan Anthony dan Jamarr. I'm a half Indonesian (saya berdarah Indonesia - red), sementara mereka berdua pure American (orang Amerika Serikat asli-red), " katanya.

Biboy mengatakan, ia juga sudah cukup lama tinggal di Indonesia: lima tahun. Lebih dari itu, Biboy mengatakan bahwa ia sudah bermain untuk Indonesia di SEA Games 2015, dan mendapatkan medali perak.

"Mungkin kalau saya benar-benar asli Filipino (orang Filipina-red), saya masih bisa terima. Tapi saya berdarah Indonesia. Saya sudah lama tinggal di sini. Saya sudah bermain basket di bawah bendera Indonesia. They must consider that. (IBL harus mempertimbangkan hal-hal itu-red), " ujarnya.

Bersaing di Pelatnas

Untungnya, kata Biboy, dirinya masih dipanggil pelatnas SEA Games 2017 oleh Perbasi. Biboy sudah menjalani pemusatan latihan bersama rekan-rekan pelatnas lainnya.

Dengan demikian, karir basketnya di Indonesia tidak serta merta terkatung-katung, meskipun di pelatnas pun ia harus bersaing lagi dengan Anthony dan Jamarr.

"Regulasinya, satu negara hanya boleh pakai satu pemain naturalisasi di SEA Games 2017 besok. Artinya saya harus berebut posisi dengan Anthony dan Jamarr. Saya tahu ini tidak mudah, tapi saya mau fight. Tidak bisa main di klub, setidaknya saya mau main lagi untuk Indonesia, " katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved