Traffic Update
Kramat Jati Jadi Langganan Macet
Jalan Raya Bogor di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur kini menjadi kawasan macet, terutama di sekitar Pasar Kramat Jati.
Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA, KRAMAT JATI -- Jalan Raya Bogor di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur kini menjadi kawasan macet, terutama di sekitar Pasar Kramat Jati.
Setiap hari, khususnya pada sore hingga malam, kendaraan menuju arah Pasar Rebo atau Bogor menyemut bahkan hingga simpang Cililitan.
Masyarakat pun mengeluh. Seperti Setiyono (32), pengemudi ojek berbasis daring yang menganggap kemacetan di sana sebenarnya tidak perlu terjadi jika pengaturan lalin dilakukan dengan tepat.
"Mungkin iya karena ada pasar, sehingga banyak aktifitas masyarakat keluar-masuk pasar itu. Tapi yang bikin tambah parah karena banyak kendaraan memutar. Angkot juga kadang suka ngetem di depan pasar meski sebentar," katanya ditemui di kawasan Kramat Jati, Jumat (13/1/2017).
Pengendara lain bernama Hendro (37) mengangap persimpangan menuju ke RS Polri menjadi biang kemacetan.
Pak ogah, polisi lalu lintas dan petugas dari dinas perhubungan melakukan pengaturan di sana karena tidak adanya lampu lalu lintas.
"Akses ke RS Polri itu ramai. Kadang lalin stuck di sana karena kendaraan tidak ada yang mau mengalah. Harusnya di sana dikasih traffic light biar lebih teratur," jelasnya.
Arus lalu lintas makin kacau jelang malam hari ketika para pedagang ikan menggelar dagangannya dekat dengan jalan raya.
Aktifitas jual-beli ikan itu menghambat laju kendaraan.
Kasatlantas Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sutimin mengurai beberapa masalah penyebab kemacetan di Kramat Jati.
Pertama soal banyaknya U-turn terutama di depan pasar Kramat Jati dan Mall Lippo plaza Kramat Jati.
U-turn tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah pak ogah yang terkadang mementingkan kendaraan yang hendak menyebrang atau putar balik.
"Harusnya mall tersebut di depannya tidak ada U-turn. Mengingat tidak proposional atau terlalu dekat pintu keluarnya sehingga memotong dan menghambat akses yang lurus. Kendaraan yang keluar masuk mall dan pasar itu jadi penyumbang terbesar kemacetan," jelasnya.
"Selain itu di sana banyak pertokoan dan perkantoran di mana kendaraan parkir keluar-masuk dan menghambat lalu lintas."
AKBP Sutimin menambahkan, kemacetan diperparah dengan banyaknya pengguna sepeda motor yang tidak patuh lalu lintas dengan sering melawan arus.