Walah, Mangkuk Putar di Jalan Margonda Jadi Tempat Mangkal Sopir Taksi
Permainan mangkuk putar di halte ramah anak di Jalan Margonda, kini menjadi tempat mangkal bagi para sopir taksi.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK -- Karena tak lagi diminati anak-anak, permainan mangkuk putar di halte ramah anak di Jalan Margonda, Pondok Cina, Depok atau tepatnya di depan SDN Pondok Cina 1, kini menjadi tempat mangkal bagi para sopir taksi di sana.
Tak lagi diminatinya mangkuk putar oleh anak-anak, selain karena dilarang orangtua mereka bermain di sana, juga karena anak atau siswa mulai takut bermain di sana.
Sebab sebelumnya permainan mangkuk putar itu, sempat rusak dan anjlok di bagian penyangganya.
"Iya, sekarang mangkuk putarnya lebih sering diduduki sopir taksi, kalau sore atau malam hari. Juga kadang-kadang tukang ojek onlen," kata Sarono, pedagang makanan tak jauh dari depan SDN Pondok Cina 1, Kamis (12/1/2017) siang.
Menurutnya, tidak lagi diminatinya siswa atau anak bermain di arena permainan itu, karena orangtua takut anak mereka tersambar kendaraan.
"Soalnya permainannya ada di pinggir jalan pas. Jadi bisa aja keserempet mobil. Namanya anak-anak kalau berkerumun gak, bisa ke badan jalan," katanya.
Sementara itu, Bonar Karo-Karo, salah satu perwakilan orangtua siswa SDN Pondok Cina 1, menuturkan meski mangkuk putar sudah diperbaiki, anak-anak sudah kurang meminati permainan itu.
"Mungkin karena anak-anak mulai takut juga dan dilarang orangtua. Apalagi perbaikannya keliatan tidak maksimal dan penyangga tetap kurang mantap," kata Bonar, kepada Warta Kota, Kamis (12/1/2017) siang.
Sejak awal, kata Bonar, para orangtua siswa mengaku tak setuju adanya wahana permainan tersebut di halte di depan sekolah mereka.
Sebab keberadananya dinilai sangat rawan dan berbahaya bagi keselamatan anak-anak.
Alasannya, selain tempat permainan dirasa tidak kokoh dan mantap menopang anak-anak, arena permainan di pinggir jalan protokol dianggap membahayakan keselamatan anak-anak dan rentang terserempet kendaraan.
Sebab tak jarang siswa atau anak yang berkerumun di arena permainan tersebut, meluber ke sisi jalan sehingga mereka rawan ditabrak kendaraan.
"Karenanya sewaktu arena permainan anak itu rusak akhir Desember lalu, kami berharap tak usah diperbaiki dan lebih baik dicabut saja. Tapi ini diperbaiki oleh Dishub dan untungnya kini anak-anak tak lagi minat bermain di sana," kata Bonar.
Ia menilai adanya permainan anak di halte yang disebut ramah anak itu, adalah mubazir dan hanya upaya Pemkot Depok untuk menghabiskan anggaran saja.
"Pembuatan permainan di halte yang ramah anak itu kan menjadi mubazir dan sama sekali tak menyentuh kebutuhan anak. Ini hanya buang-buang anggaran saja. Uang rakyat dibuang percuma," kata Bonar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170112permainan-mangkuk-putar-di-jalan-margonda-tak-lagi-diminati-anak-anak_20170112_151200.jpg)