Transportasi Jakarta
Bus Transjabodetabek Akan Dioperasikan Kembali di Trayek K-56
Dinas Perhubungan DKI Jakarta, akan kembali mengoperasikan kembali bus feeder Transjabodetabek jurusan Cawang-Cibubur.
Penulis: Mohamad Yusuf |
WARTA KOTA, GAMBIR - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, akan kembali mengoperasikan kembali bus feeder Transjabodetabek jurusan Cawang-Cibubur.
Setelah pihaknya melakukan pembahasan bersama dengan para pemilik angkot K56 (Cileungsi-Cawang), PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Kamis (12/1/2017).
Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan bahwa sesuai dengan kesepakatan dalam pembahasan tersebut, terdapat beberapa alternatif agar bus Transjabodetabek dan angkot K56 tetap bisa beroperasi.
Baca: Lima Bulan Beroperasi, Bus Transjabodetabek Depok-Grogol Sepi Peminat
"Alternatif pertama mereka (pemilik angkot K56) minta pengurangan bus, minimal setengahnya lah. Alternatif kedua saya minta dia feeder saja Cileungsi sampai Cibubur. Cibuburnya tangkap (penumpang diangkut) oleh kita," kata Andri, ketika dihubungi, Kamis (12/1/2017).
Lalu, lanjutnya, alternatif ketiga, K56 bergabung dengan TransJakarta. Namun, hal tersebut sulit dilakukan. Karena K56 merupakan operator di luar Jakarta.
Lalu, yang keempat adalah dengan menghapus angkot K56, dengan cara memberikan uang kompensasi.
Namun, hal tersebut juga tidak bisa dilakukan karena bukan operator Jakarta.
"Jadi kemungkinan, yang bisa dilakukan adalah gabungan alternatif pertama dan kedua. Jadi kami nanti sepakat, sekarang jumlahnya 10 unit, akan dikurangi 4-5 bus," katanya.
Selain itu, kemungkinan, angkot K56 hanya sebagai feeder dari TransJakarta.
Meskipun, walau sebenarnya mengoperasikan lima atau 10 bus, wewenang pihaknya. Karena beroperasi di dalam Jakarta. Bukan di luar wilayah Jakarta.
"Bahkan, jika ke luar DKI pun, kalau sudah dapat izin dari BPTJ ke luar ya ke luar saja. Karena kan masyarakat berhak mendapatkan layanan yang terbaik. Punya hak untuk dapat pilihan yang terbaik," katanya.
Bahkan, ia menilai bahwa yang melanggar ketentuan itu bukan pihak TransJakarta.
Karena itu hak otonomi daerah, dimana bus Transjabodetabek tidak dioperasikan sampai Cileungsi.
"Kami hanya mengoperasikan dari Cibubur ke Cawang, memang kewenangan Dishub. Malah justru yang harus protes kami, karena mereka melintas di DKI," katanya.
Protes
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150827-transjabodetabek-koridor-bekasi-jakarta_20150827_105546.jpg)