Kamis, 9 April 2026

Sarang Narkoba Berhasil Dihabisi, Peredaran Narkoba di Jaktim Mereda

Seorang polisi yakni Bripka Taufik dan seorang informan polisi bernama Japri tewas.

Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ilustrasi 

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Sejak para gembong peredaran narkoba di Kampung Berland, Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur ditumpas pada awal tahun 2016, peredaran narkoba di wilayah Jakarta Timur jauh mereda.

Sebelumnya, Kampung Berland tak ubahnya sebagai pasar gelap narkoba.

Pecandu narkoba dengan mudah mendapatkan narkoba dari para pedagang di sana.

Upaya pembasmian kawasan itu dari para bandar narkoba juga tidak mudah.

Baca: BREAKING NEWS: Bripka Aris Dinata Gugur Ditembak Gembong Narkoba

Seorang polisi yakni Bripka Taufik dan seorang informan polisi bernama Japri tewas, ketika bandar narkoba di sana beserta para pendukungnya melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur AKBP Aris Timang kepada Warta Kota menyebut, militansi penjahat narkoba di Berland menjadi tantangan berat bagi penegak hukum seperti dirinya serta para anggotanya.

Tetapi, demi menyelamatkan ribuan masyarakat dari bahaya narkoba, tugas berat itu tetap dijalankan meskipun harus bertaruh nyawa sekalipun.

Dengan usaha gigih, polisi akhirnya bisa menangkap Mami Yola yang disebut sebagai salah satu bandar besar di sana.

Baca: Sumarsono akan Evaluasi Tempat Hiburan jadi Tempat Konsumsi Narkoba

Gembong lain, Ade Badak, terpaksa didor polisi hingga tewas karena membayakan. Diamankan pula sejumlah kaki tangan para bandar narkoba di sana.

Aris Timang menyebut, semenjak para bandar di Berland dilumpuhkan, praktis tidak ada lagi 'pasar narkoba' berskala besar di Jakarta Timur.

Jumlah peredaran narkoba di Jakarta Timur jauh menurun.

Apalagi, Kampung Kebon Singkong di Klender, Jakarta Timur yang dulu dikenal sebagai sarang pengedar narkoba juga saat inj sudah di bawah kendali Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Dari sisi jumlah transaksi, Jakarta Timur terbilang sedikit dibandingkan wilayah lain. Karena di sini tempat hiburan sangat sedikit. Apalagi kawasan-kawasan peredaran narkoba seperti di Berland dan Kebon Singkong sudah diberantas," katanya, Jumat (30/12/2016).

Baca: Dua Gembong Narkoba Terkapar Ditembak Mati di Kosambi

Kondisi masyarakat Jakarta Timur, dari sisi sosial-ekonomi yang di berada bawah wilayah lain di Jakarta juga menjadi sebab pengedar berskala besar urung menyasar kawasan itu sebagai pasar utama.

Hanya saja, menurut Aris Timang, kondisi ini tidak lantas membuat pihaknya lengah.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved