Rabu, 15 April 2026

Pembunuhan Sadis Pulomas

Masih Misterius, Apa Motif di Balik Pembunuhan Sadis Pulomas

Warga di sekitar Jalan Pulomas Utara Nomor 7A RT12/16 Kayuputih Pulogadung Jakarta Timur dikejutkan dengan adanya pembunuhan sadis di rumah Kepala RT

WARTA KOTA, JAKARTA - Warga di sekitar Jalan Pulomas Utara Nomor 7A RT12/16 Kayuputih Pulogadung Jakarta Timur dikejutkan dengan adanya pembunuhan sadis di rumah Kepala RT mereka, Ir Dodi Triono.

Dodi (59) dan kedua putrinya, Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9) tewas bersama seorang tamu bernama Amel, yang merupakan teman salah satu anaknya, serta kedua sopirnya, Yanto dan Tasrok.

Lima lainnya masih hidup meski saat ditemukan sudah dalam keadaan lemas, yakni Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13), Santi (22), Fitriani (23) dan Windy (23).

Baca: Korban Pembunuhan Sadis Pulomas Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Salah seorang saksi Lutfi (28) mengisahkan awal cerita penemuan korban saat seseorang yang merupakan pekerja korban Dodi datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (27/12).

"Dia masuk ke rumah, kondisi pintu terbuka tapi tidak ada orang kemudian dia teriak minta tolong ke rumah ada saya," ujar Lutfi yang bekerja sebagai petugas satpam di kediaman Dodi yang lainnya yang berada tidak jauh dari rumah tersebut.

Selanjutnya, Lutfi bersama beberapa warga menuju rumah Dodi untuk membuka paksa pintu kamar mandi dan menemukan tumpukan korban sebanyak 11 orang di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x1,5 meter.

Lutfi mengungkapkan, Dodi terlihat berdarah pada bagian dada sebelah kanan dan luka kulit terkelupas pada bagian tangan, serta wajah kebiruan.

Ketua RW setempat yang juga saksi mata Gani menyebutkan dirinya berusaha membuka paksa pintu kamar mandi rumah milik Dodi Triono tersebut.

"Saya buka paksa pakai linggis tidak bisa akhirnya dibongkar pake godam (martil besar)," kata Gani.

Gani menceritakan kondisi para korban tersebut ditumpuk dalam ruang kamar mandi dengan kondisi disekap, lampu dimatikan dan air dinyalakan, serta pintu dikunci dari luar.

Baca: Sejumlah Kerabat Datangi Ruma Duka untuk Salatkan Jenazah

Beberapa korban terlihat mengalami pendarahan akibat luka pada tubuhnya diduga tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku.

Dari penemuan itu, saksi lainnya Sheila Putri mendatangi Pospol Kayuputih melaporkan pembunuhan tersebut sehingga petugas piket Reserse dan Kriminal menuju lokasi kejadian.

Barang Tak Hilang

Sementara itu pengacara keluarga Dodi, John Siregar mengungkapkan, kliennya tidak memiliki masalah dengan seseorang terkait pekerjaan maupun persoalan keluarga.

"Semua baik-baik saja," ungkap John.

Sumber:
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved