Pilkada DKI Jakarta
Ini Kata AHY Soal Penggusuran di Jakarta
Agus memaparkan tiga permasalahan utama yang meresahkan warga Ibukota saat ini. Apa saja ya?
WARTA KOTA, PALMERAH - Diskusi antara Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono dengan jajaran redaksi Warta Kota, Tribunnews.com dan Superball di Komplek Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan, Palmerah, Jakarta Barat pada Selasa (27/12) sore berlangsung menarik.
Agus memaparkan tiga permasalahan utama yang meresahkan warga Ibukota saat ini.
Permasalahan pertama katanya berkutat pada isu penggusuran.
Dalam setiap kesempatannya bergerilya menemui warga yang tinggal di permukiman padat, isu tersebut katanya terus dipertanyakan dan terus berulang, warga berharap kepastian hidup apabila dirinya terpilih memimpin Ibukota.
Menjawab keresahan warga, dirinya menjelaskan jika masalah penggusuran telah lama menjadi perhatian utama pihaknya.
Perubahan diyakinkannya akan dilakukan, untuk kepentingan rakyat.
Namun, diakuinya, DKI Jakarta bukan kota yang baru dibangun lima tahun terakhir, Jakarta adalah kota keberlanjutan-hasil kebijakan dari pemimpin terdahulu. Sehingga program yang baik katanya akan dilanjutkan, sedangkan kebijakan yang tidak memihak rakyat akan diperbaiki secara seimbang.
"Ada tema besar yang selalu sama, yaitu penggusuran. Ada kekhawatiran masal yang dialami warga, hidupnya selalu terhantui, sewaktu-waktu, semena-mena mereka akan diusir paksa, jauh dari lokasi pencaharian hidupnya. Mereka kehilangan segalanya, hal ini telah mengkristal di tengah masyarakat, kekhawatiran ini terus ditanya oleh warga kecil yang saya temui," ungkapnya.
"Mereka minta tolong agar jangan digusur, saya jelas memiliki empati dan masyarakat sepakat untuk terlibat dalam penataan kota yang berkeadilan. Penataan tidak lagi dilakukan sepihak-tidak manusiawi, kedepannya juga dibarengi dengan pendampingan, karena penataan akan merubah kebiasaan," jelasnya menambahkan.
Karena itu, ditekankannya pembangunan dalam kepemimpinannya akan berkeadilan. Jakarta katanya untuk rakyat, tidak lagi hanya dinikmati oleh kalangan atas, sementara warga kecil justru diusir.
"Cita-cita kita jelas, kita akan menciptakan suistanable community menuju sustainable society," ungkapnya menambahkan.
Sedangkan, permasalahan kedua yang dialami masyarakat katanya adalah kemacetan.
Isu tersebut kerap kali disampaikan warga lantaran belum kunjung terselesaikan sejak lama.
"Komitmen saya, kita ingin memfasilitasi mobilitasi orang dan barang, bagaimana membuat Jakarta tetap nyaman untuk menjamin transportasi yang layak kepada warganya. Transportasi masal harus dibangun, serta harus ada insentif kepada warga Jakarta yang menggunakan angkutan masal," ungkapnya.
Insentif tersebut dipaparkannya berupa empat aspek, yakni aman, sehingga pengguna angkutan umum tidak merasa khawatir menjadi korban pelecehan seksual ataupun kriminalitas jalanan lainnya.