Yuk, Mengintip Ada Apa di Museum Kebangkitan Nasional
Jika ingin mengetahui peralatan kedokteran zaman dahulu, Museum Kebangkitan Nasional menjadi tempat yang cocok untuk dikunjungi. Minggu (27/11/2016).
WARTA KOTA, SENEN - Jika ingin mengetahui peralatan kedokter zaman dahulu Museum Kebangkitan Nasional menjadi tempat yang cocok untuk dikunjungi. Minggu (27/11/2016).
Pasalnya Museum yang berada di Jalan Dr Abdul Rahman Saleh No 26, Jakarta Pusat dan tak jauh dari Pasar Senen ini memiliki koleksi aneka peralatan dokter zaman dulu.
Seperti yang diketahui, museum ini dahulunya merupakan komplek bangunan bersejarah yang sudah ada sejak tahun 1901.
Awalnya digunakan sebagai gedung sekolah dan asrama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA).
STOVIA sendiri adalah penyempurnaan dari sistem pendidikan kedokteran Sekolah Dokter Jawa yang didirikan pada tahun 1851.

Patung Kartini di Museum Kebangkitan Nasional di Jalan Dr Abdul Rahman Saleh No 26, Jakarta Pusat
Di sinilah beberapa orang Indonesia bisa belajar mengenai ilmu-ilmu kedokteran.
Dari STOVIA jugalah muncul organisasi-organisasi kemerdekaan, seperti Boedi Oetomo yang didirikan oleh Dr Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908.
Beberapa pahlawan nasional seperti Tjipto Mangunkusumo pun pernah menimba ilmu di sana.
STOVIA sempat dijadikan sebagai tempat tawanan tentara Belanda, saat Jepang menjajah Indonesia di tahun 1942.
Kemudian pada 20 Mei 1974, tanpa merusak atau mengubah struktur komplek bangunannya disematkan komplek bekas peninggalan STOVIA menjadi Gedung Kebangkitan Nasional.
Kini, dikenal dengan nama Museum Kebangkitan Nasional.
Salah satu pengunjung, Citra (21) mengatakan ia mengujungi Museum ini bersama dengan lima orang temannya dikarena ingin mengetahui sejarah dari Museum ini.
"Kebetulan kan tadi abis Car Freeday, jadi saya dan teman saya berkunjung kesini, sekalian numpang neduh," katanya kepada Warta Kota, Minggu (27/11/2016).
Citra yang bertempat tinggal dikawasan Kemayoran ini mengaku belum pernah mengujungin Museum ini, padahal ia selalu melawati Museum ini.
"Padahal sering lewat tapi belum pernah berkunjung," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pengunjung-museum_20161128_042131.jpg)