Kamis, 9 April 2026

Reportase Eksklusif

Museum Fatahillah Dibuka Kembali untuk Umum

Sedangkan dua museum lainnya yakni Museum Joeang dan museum MH. Thamrin menyusul pekan ini.

Nurfitri Aprilia
Museum Fatahillah 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nurfitri Aprilia

WARTA KOTA, JAKARTA - Penutupan museum kesejarahan Fatahillah dalam rangka perawatan dan fumigasi rayap yang dilangsung beberapa waktu lalu telah kembali dibuka untuk umum pada Minggu, 20 November 2016 tepatnya pekan lalu.

Perawatan serta Fumigasi yang dilakukan ini bertujuan untuk membasmi rayap yang tumbuh dan berkembang di pondasi bangunan museum.

Hal ini semakin serius lantaran  bangunan museum yang terbilang cukup tua dan rentan dari serangan rayap.

Fumigasi museum kesejarahan ini dilakukan terlebih dahulu oleh museum fatahillah yang berada di kawasan kota tua, Jalan pintu besar utara, Jakarta Barat,

Sedangkan dua museum lainnya yakni Museum Joeang dan museum MH. Thamrin menyusul pekan ini.

Disampaikan oleh Asep (36) salah satu pemandu museum fatahillah yang sudah bekerja sejak tahun 1990 ini kalau fumigasi sendiri dilakukan kondisional saat sudah diperlukan, sebab fumigasi yang berupa pengasapan ini memakan waktu cukup lama untuk prosesnya.

"Proses fumigasinya kan kita harus tutup museum sebab kan cairan pembasmi rayapnya juga bahaya kalau terhirup manusia, jadi kita memang gak perlu setiap tahun juga untuk fumigasi, kalau memang diperlukan aja yang pasti sudah kami prediksikanlah untuk perkiraan waktunya," terangnya saat dijumpai di ruangan Batavia pada Sabtu (26/11/2016).

Meski sepekan lamanya museum fatahillah ini ditutup untuk umum, namun antusias yang terlihat dari banyaknya pengunjung yang memadati tiap-tiap ruangan didalam museum ini sangatlah besar.

Seperti di halaman depan, beberapa kelompok tampak berbaris untuk mendapatkan tiket masuk kedalam museum. 

Hal yang sama juga dapat dilihat dari dalam museum, ruangan pertama yang merupakan ruang prasejarah dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan usia, sebagian menyipitkan mata saat melihat hasil karya lukis, serta foto-foto peninggalan jaman belanda, sisanya ada yang lebih memilih berfoto serta bersantai di sisi tembok dengan rekannya masing-masing.

Meski museum fatahillah merupakan museum kesejarahan, namun menurut Asep museum ini tidak kaku untuk segala aturan dan kepentingan pengunjung.

"Fatahillah kan memang museum sejarah sih, tapi kita gak kaku kaku amat untuk aturan-aturan pengunjung, contohnya itu aja pertama kita gak larang pengunjung duduk-duduk di dalam museum karena kan gak semuanya datang untuk melihat sejarah, sebagian besar warga jakarta yang datang memang untuk sekedar refreshing aja.

Selain itu untuk makan, memang gak diizinkan makan didalam tapi ditaman belakang itu kita mempersilahkan untuk makan, minum, sekedar istirahat dan semacamnya asal tetap bersih, ya karena tadi kita gak bisa dong minta semua pengunjung kesini hanya untuk melihat sejarah," ucap pria asal Bogor ini.

Ditanya mengenai jumlah pengunjung setelah fumigasi beberapa waktu lalu, pria ini mengatakan tidak ada penurunan pengunjung.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved