Rabu, 15 April 2026

Tips Kesehatan

Benarkah Konsumsi Plasenta Bayi Bagus Bagi Kesehatan Wanita

Terdapat teori bahwa mengkonsumsi plasenta bayi dapat memberikan sejumlah besar zat besi. Apa benar demikian.

Editor: Suprapto
istimewa
Klaim bahwa menyantap plasenta mengandung vitamin dan bermanfaat bagi kesehatan perempuan populer dalam beberapa tahun terakhir. 

WARTA  KOTA, PALMERAH-- Perempuan memerlukan sejumlah besar zat besi selama mengandung dan beberapa waktu setelah melahirkan.

Dokter juga sering menyarankan agar para ibu baru mengkonsumsi suplemen agar terhindar dari kekurangan zat besi.

Baca: Diego Costa Bakal Terapi Plasenta Kuda di Serbia

Di kalangan masyarakat tertentu, terdapat teori bahwa mengkonsumsi plasenta bayi dapat memberikan sejumlah besar zat besi yang baik bagi ibu setelah melahirkan. Benarkah demikian?

Baca: Wow, Biaya Terapi Sel Punca Rp 140 Juta/Terapi

Meski keyakinan tersebut diikuti oleh beberapa tokoh publik terkenal, namun belum ada penelitian ilmiah yang dapat membuktikan kebenaran keyakinan tersebut.

Sekali lagi, untuk membuktikan pengaruh konsumsi plasenta terhadap tingkat kadar zat besi pada tubuh ibu, antropolog medis di University of Nevada Las Vegas (UNKV) merekrut 23 wanita hamil.

Setelah melahirkan, para wanita itu dibagi menjadi dua kelompok yang mengkonsumsi pil plasenta dan pil plasebo (berisi daging sapi terhidrasi) setiap hari selama tiga minggu.

Mereka juga menjalani tes darah sebelum dan sesudah melahirkan, serta pada minggu pertama dan ketiga pasca melahirkan.

Hasilnya? Tak ada perbedaan signifikan kadar zat besi pada kelompok wanita yang mengkonsumsi pil plasenta dan pil plasebo.

Kenyataannya, pil plasenta justru hanya menyediakan 24 persen zat besi dari jumlah yang direkomendasikan bagi wanita menyusui.

“Penemuan ini penting, karena beberapa wanita yang kekurangan zat besi mungkin bergantung pada pil plasenta sebagai satu-satunya sumber mineral non-makanan. Dengan melewatkan asupan suplemen zat besi biasa, mereka tidak akan mendapatkan nutrisi sejumlah yang mereka butuhkan,” ujar penulis utama studi, Laura Gryder,

Pernyataan Gryder didukung oleh penulis senior Daniel Benyshek.

Ia menegaskan, “Mengkonsumsi plasenta dalam bentuk kapsul selama minggu-minggu awal pasca melahirkan tidak menunjukkan peningkatan kadar zat besi pada para ibu baru.”

Pendukung teori ini juga mengklaim bahwa mengkonsumsi plasenta dapat meningkatkan energi, suasana hati, produksi ASI, dan mempercepat penyembuhan pasca persalinan.

Mereka juga merujuk fakta bahwa hampir semua mamalia memakan plasenta bayi mereka di alam.

Tetap saja, tidak ada penelitian ilmiah yang berhasil membuktikan teori tersebut.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved