Jakcard Dipakai untuk Sistem Pembayaran Masuk KB Ragunan
Penggunaan Jakcard ini sih sudah mulai biasa juga buat pengunjung, mungkin pas diawal memang agak sulit diterima, tapi kita kan harus ikut arahan
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nurfitri Aprilia
WARTA KOTA, RAGUNAN - Penggunaan kartu pintar Jakcard rupanya juga sudah diaplikasikan di kebun binatang (KB) ragunan, penggunaan ini sudah mulai diresmikan pada Mei 2016 lalu, dengan masa transisi percobaan kurang lebih 4 bulan sebelumnya.
Menurut Wahyudi Bambang (40) saat ditemui dikantornya di Jl. Harsono RM, No.1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (10/11) pria yang menjabat sebagai Humas KB Ragunan ini, penggunaan Jakcard sendiri merupakan arahan langsung dari Gubernur DKI Jakarta.
Mengingat di tahun mendatang, penggunaan uang tunai akan mulai beralih pada Jakcard, khususnya lokasi wisata di Jakarta dan angkutan umum transjakarta.
"Penggunaan Jakcard ini sih sudah mulai biasa juga buat pengunjung, mungkin pas diawal memang agak sulit diterima, tapi kita kan harus ikut arahan, lagi juga ini kan namanya kemajuan ya," ujar Bambang.
Menurut pria kelahiran Klaten ini, penggunaan Jakcard sendiri banyak memudahkan bagi pengunjung dan pengelola, contohnya saja pengunjung tidak perlu repot mengantri untuk membeli tiket masuk, dengan sekali 'tap' pengunjung sudah terdata dan dapat masuk ke lokasi wisata tersebut.
Selain itu, Jakcard sendiri juga dapat digunakan di berbagai lokasi wisata dan kendaraan umum Transjakarta, pengguna hanya tinggal mengisi ulang kartu Jakcard di Bank DKI dan atau tempat-tempat yang sudah bekerja sama, seperti Halte Transjakarta dan tempat wisata Jakarta, seperti yang disampaikan langsung oleh Bambang.
"Sebenarnya kan sekali dia beli Jakcard seharga Rp 30.000, isinya sebesar Rp 20.000 itu bisa dia gunakan untuk kemana saja lokasi wisata di Jakarta yang memang terkoneksi, kalau masuk sininya ya tidak berubah tetap Rp 4000 untuk dewasa dan Rp 3000 untuk anak-anak, sudah gitu juga kartunya akan jadi milik pribadi kan, bisa lebih berguna lagi," terang pria ini.
Meski kehadiran Jakcard lebih banyak membawa kemudahan, namun tidak sedikit pengunjung yang masih sulit beradaptasi dengan kartu pintar tersebut.
Seperti salah satu pengunjung dari luar Jakarta ini, menurut Aiman (45) penggunaan Jakcard justru membuatnya pusing lantaran harus membayar lebih untuk kartunya tersebut.
"lah kalau saya kan tidak setiap hari di Jakarta, jadi buat apalagi? mungkin untuk yang menetap di Jakarta ya berguna enak sih ya, tapi kalau saya mending beli tunai langsung, kalau gini kan jadi mubazir sisanya," tutur pria yang datang dari Purwakarta ini.
Selain Aiman, pengunjung lainnya tidak cukup banyak yang masih menentang adanya Jakcard tersebut, kebanyakan justru faham akan kegunaan kartu pintar Jakcard ini dan menyetujui perubahan dari print out tiket menjadi e-ticket.
Seperti halnya yang disampaikan oleh Rissa dan suami yang saat itu sedang berwisata keluarga.
Menurut Rissa, hal tersebut patut di apresiasi karena perubahan uang tunai ke kartu pintas ini lebih membawa dampak positif.
"Kalau saya jujur setuju saja, soalnya lebih simple dan banyak membantu sih, ini aja jakcard saya biasa saya gunakan untuk busway, kemarin tinggal top up aja kan buat isi saldo ke Ragunan, gak perlu lagi ada antrian panjang, sampe tinggal tap aja untuk masuk," tutur ibu muda ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161110-jakcard_20161111_003348.jpg)