Sentra Promosi Bunga Klender Butuh Banyak Sentuhan Agar Bisa Seperti di Rawabelong
Para pelaku usaha di Sentra Promosi Bunga Klender, Jakarta Timur, harus bersabar menghadapi kenyataan.
Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA, DUREN SAWIT - Para pelaku usaha di Sentra Promosi Bunga Klender, Jakarta Timur, harus bersabar menghadapi kenyataan.
Sebab, sejak diresmikan pertengahan Agustus lalu, tidak banyak masyarakat yang datang untuk membeli bunga dan aksesori lainnya yang dijual di tempat itu. Hampir 24 jam menunggu dagangannya, beberapa pedagang mengaku hanya mengantongi keuntungan yang tidak seberapa.
Begitu pula ketika Warta Kota berada di tempat itu selama beberapa jam, Senin (7/11/2016). Tidak ada satu pun pembeli yang datang ke area pasar bunga itu. Para pedagang dan pelaku usaha hanya termangu di kiosnya masing-masing. Sebagian berkumpul dan mengobrol dengan sesama pedagang.
Nurdin, pemilik Jaya Sentosa Florist Accessories mengatakan, sepinya pengunjung tempat itu dikarenakan minimnya promosi yang dilakukan. Para pedagang, katanya, saat ini hanya mengandalkan pelanggan lama mereka.
"Dari sisi pengunjung memang masih sangat minim. Tapi sekarang sudah mulai lumayan. Setiap hari, ada saja satu dua orang yang melakukan transaksi di kios saya," katanya kepada Warta Kota.
Nurdin memahami situasi yang terjadi saat ini. Sebagai kawasan perdagangan baru, ia menilai Sentra Promosi Bunga Klender masih butuh beberapa sentuhan, khususnya upaya untuk menarik kedatangan para pengunjung.
"Kalau hanya mengandalkan sistem jaga toko begini ya bisa lama majunya, apalagi saya pribadi tidak jualan lewat online. Maka kami minta dinas terkait bantu dalam sisi promosi. Entah buat event atau bagaimana, yang penting bisa menarik pembeli ke sini," tuturnya.
Yanto, pedagang di kios Noor's juga mengharapkan hal serupa. Pedagang tanaman hidup jenis toga seperti jahe, kumis kucing, sambung nyawa dan beberapa jenis tanaman lain ini mengaku omzet penjualan masih minim.
"Lakunya sehari tidak mesti. Kadang dapat Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu. Tergantung rezeki saja, namanya juga orang jualan. Makanya kami minta tolong dibantu dari sisi promosinya," bilang Yanto.
Potensial
Sentra bunga yang terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai dikelola oleh Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Provinsi DKI Jakarta. Di tempat itu, terdapat 21 kios yang dibangun secara swadaya oleh pedagang. Kios-kios itu diisi untuk menjual bunga atau daun potong, pelaminan, dan sarana penunjang atau bahan-bahan untuk merangkai bunga.
Tujuan dibangunnya sentra ini adalah untuk mempermudah warga Jakarta Timur jika menginginkan bunga potong dan sarana-sarana pendukung lainnya terkait bunga.
Mayoritas pedagang bunga di sana juga memiliki usaha serupa di Sentra Bunga Rawabelong, Jakarta Barat, yang menjadi barometer penjualan bunga potong terbesar di Jakarta.
Adang, pemilik Sahria Eva Florist mengatakan, dari segi lokasi, Sentra Bunga Klender punya peluang besar untuk berkembang ke depannya. Selain lokasinya yang representatif, kata Adang, banyak konsumen potensial di Jakarta Timur maupun Bekasi. Selama ini, konsumen-konsumen tersebut membeli bunga potong dalam jumlah besar ke Sentra Bunga Rawabelong.
"Itulah tantangan kami saat ini. Bagaimana menarik konsumen potensial itu agar berbelanja di sini," ucap Adang yang juga memiliki kios bunga potong di Rawabelong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sentra-promosi-bunga-klender_20161108_163438.jpg)