Selasa, 21 April 2026

Gandeng Line Indonesia, Mandiri Luncurkan Line Pay e-cash

Bekerjasama dengan operator aplikasi chatting, Line, Bank Mandiri meluncurkan solusi pembayaran Line Pay e-cash, Senin (7/11).

Penulis: |
Warta Kota/Ichwan Chasani
Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri, Rico U. Frans dan Ongki Kurniawan, Managing Director Line Indonesia saat penandatangan kerjasama peluncuran Line Pay e-cash, Senin (7/11). 

WARTA KOTA, SETIABUDI -- Bekerjasama dengan operator aplikasi chatting, Line, Bank Mandiri meluncurkan solusi pembayaran Line Pay e-cash, Senin (7/11).

Integrasi produk uang elektronik Mandiri e-cash dengan fitur pembayaran Line Pay itu menyasar segmen anak muda.

Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri, Rico U. Frans mengatakan bahwa layanan ini memberikan kemudahan dan nilai tambah bagi 90 juta pengguna aplikasi Line di Indonesia.

"Kerjasama dengan Line Indonesia ini sangat cocok bagi Bank Mandiri untuk masuk ke segmen milenial. Target pasar kami sama, yaitu mereka yang berusia 15-30 tahunan," tutur Rico saat peluncuran di Jakarta, Senin (7/11).

Menurut Rico, hingga September 2016, pengguna aktif Mandiri e-cash tercatat sebanyak 1,7 juta user atau meningkat 297 persen dibanding September 2015.

Volume transaksi Mandiri e-cash pada sembilan bulan pertama 2016 juga naik lebih dari 200 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara jumlah merchant yang dapat menerima transaksi mandiri e-cash hingga September  2016 mencapai lebih dari 110 merchant online dan lebih dari 50 ribu outlet/toko retail.

Bank Mandiri sendiri, kini memiliki fasikitas 17.500 ATM, 280 ribu EDC, mobile banking user sebanyak 3 jutaan, dengan pengguna ATM mencapai sekitar 8 juta.

"Dengan kerjasama semacam ini, kami optimis bisa meningkatkan penggunaan Mandiri e-cash maupun aktifitasnya lebih cepat lagi," kata Rico.

Ongki Kurniawan, Managing Director Line Indonesia mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi fokus utama Line, karenanya mereka menyediakan inovasi  dan service sesuai kebutuhan pengguna.

Kenapa Indonesia dinilai penting, kata Ongki, karena jumlah pengguna smartphone di negeri ini mencapai sekitar 90 juta, dan jumlah pemegang rekening bank mencapai 120 juta.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding pemegang Kartu Kredit yang baru mencapai 17 juta, dan pemegang e-money sekitar 34 juta.

"Kita bisa masuk ke market ini. Kalau kita combine angka tersebut dengan fintech yang aman, saya sangat optimis ini akan jadi sukses. Ini baru grand launch, masih banyak yang akan disempurnakan," tutur Ongki.

Menurut Ongki, dengan platform yang dimiliki Line saat ini, pertumbuhan jumlah pengguna selama dua tahun terakhir meningkat 200 persen.

Jumlah pengunduh aplikasi Line, sambung dia, kini mencapai sekitar 90 juta user.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved