Kecelakaan
Bawa Motor, Siswi SMP Tewas Dilindas Honda CRV di Depok
Seorang siswi SMP yang mengendarai sepeda motor sendiri tewas setelah tertabrak mobil di Cilodong, Depok.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK-Choirun Nutfa Fitri (14) pelajar salah satu SMP di Depok tewas mengenaskan dengan kepala pecah, setelah dilindas pengendara mobil Honda CRV B 219 BNS warna abu-abu metalik, di Jalan H Dimun, Sukamaju, Cilodong, Depok, Senin (31/10/2016) sore.
Choirun sempat dilarikan ke RS Warsito di Simpangan Depok lalu dirujuk ke RS Sentra Medika, Cimanggis, karena luka di kepala dan wajahnya sangat parah.
Namun akhirnya Choirun tak terselamatkan dan menghembuskan nafas terakhirnya di RS Sentra Medika.
Sementara, pengendara mobil Honda CRV yang menabrak Choirun, kabur tancap gas saat mengetahui telah menabrak dan melindas seseorang di Jalan H Dimun.
Sampai saat ini, pihak keluarga tengah melacak pemilik kendaraan itu dan berharap Polresta Depok juga melacaknya.
Paman Choirun, M Lutfi Jabbar menuturkan keponakannya itu sudah dimakamkan di TPU Cilodong, Selasa pagi.
Choirun adalah anak ke-4 pasangan Mayanah dan almarhum Ahmad Suharso. Ia tinggal di Gang Mawar di Jalan H Dimun, Sukamaju, Cilodong, Depok.
Menurut Lutfi, keluarga berharap polisi bertindak cepat dalam hal ini agar pengendara Honda CRV yang menabrak korban ikut bertanggung jawab.
"Sampai kini, bagaimana progres penyelidikan polisi mengenai pengendara mobil yang nabrak keponakan saya belum ada informasi lagi," kata Lutfi kepada Warta Kota, Selasa (1/11/2016) sore.
Lutfi menuturkan peristiwa yang merenggut nyawa keponakannya itu Senin sore, berawal saat Choirun hendak berangkat les atau pendalaman materi di sekolahnya dengan mengendarai sepeda motor..
"Keponakan saya berangkat dari rumah pakai motor. Dia boncengan sama adiknya Kaban yang masih SD," kata Lutfi.
Menurutnya karena Jalan H Dimun cukup kecil, dan hanya muat satu mobil di masing-masing arah yang berlawanan, Choirun dinilai aman mengendarai motor di sana.
Sebab diyakini tak akan ada mobil yang berani ngebut atau melintas dengan kecepatan tinggi di jalan itu.
Namun ditengah jalan, Choirun yang mengendarai sepeda motor menabrak pintu mobil angkot sebelah kanan yang terbuka, karena sopirnya hendak turun.
Akibatnya Choirun terjatuh ke sebelah kanan. Sementara adiknya Kaban, terjatuh ke sebelah kiri atau tepat di samping badan mobil angkot.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/korban-kecelakaan_20161102_094309.jpg)