Sabtu, 6 Juni 2026

Supervisor SPBU di Depok Dirampok, Uang Rp 128 Juta Raib

Mereka sebelumnya berhasil melukai tangan kanan dan dada Jailani dengan senjata tajam berupa pedang.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Jailani, mengalami luka di tangan kanan dan dada kiri, saat dirampok 4 pelaku di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok, Senin (31/10/2016) siang. Uang setoran SPBU Rp 128 Juta yang dibawa Jailani raib digasak pelaku. 

WARTA KOTA, DEPOK - Jailani (46) supervisor Pom Bensin atau SPBU 34-16405 di Jalan Raya Bogor, Cilodong, Depok, menjadi sasaran kawanan perampok bersenjata tajam saat hendak menyetorkan uang penjualan SPBU sebanya Rp 128 Juta ke bank, Senin (31/10/2016) siang.

Empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor memepet sepeda motor Mio B 3637 EAG, yang dikendarai Jailani seorang diri di Simpang Depok di dekat Giant BBM di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok.

Para pelaku berhasil merampas tas berisi uang Rp 128 Juta yang dibawa Jailani. Mereka sebelumnya berhasil melukai tangan kanan dan dada Jailani dengan senjata tajam berupa pedang.

Setelah berhasil menggasak uang korbannya, keempat pelaku tancap gas ke arah Jalan H Dimun, Cilodong.

Sementara Jailani yang mengalami luka bacokan di tangan kanan dan dada kirinya, sempat melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke Mapolsek Sukmajaya, Depok, Senin siang.

Ia kemudian dibawa petugas polisi ke Rumah Sakit Sentra Medika di Jalan Raya Bogor, untuk mendapatkan perawatan.

Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Teguh Nugroho membenarkan adanya peristiwa perampokan itu sesuai dengan laporan korban.

Menurut Teguh, pihaknya masih mendalami kasus ini untuk mengidentifikasi pelaku. "Kami masih dalami sesuai laporan korban," kata Teguh, Senin (31/10/2016) sore.

Sementara itu, Kapolsek Sukmajaya Komisaris Supriyadi menuturkan pihaknya sudah meminta keterangan 3 orang saksi yang sempat mengetahui kejadian itu.

"Kami masih mengidentifikasi pelakunya. Diduga mereka ini pemain lama," kata Supriyadi, Senin.

Menurutnya dari keterangan korban dan hasil pemeriksaan pelaku serta lokasi kejadian, dipastikan para pelaku melakukan aksi ini secara terencana dan sudah membuntuti korban sejak dari SPBU.

"Karenanya kebiasaan korban dalam menyetorkan uang setoran, pasti sudah dipantau pelaku," kata Supriyadi.

Ia mengatakan untuk kawanan perampok yang beraksÏ seperti ini, mulai dari kapan waktu penyetoran dilakukan, jalur mana yang biasa dilintasi dan tujuan penyetoran, serta dengan apa uang dibawa, menjadi pantauan mereka sebelum beraksi dengan matang.

"Karenanya begitu mereka beraksi, semuanya terjadi cepat sekali," katanya.

Sebab pelaku, kata Supriyad sudah tahu dimana posisi uang dan di jalur mana aksi akan dilakukan, serta ke arah mana mereka kabur untuk secepatnya menghilang.

Uintuk itu Supriyadi mengimbau warga yang membawa uang dalam jumlah banyak untuk meminta pengawalan polisi jika ingin menyetorkannya atau menariknya. "Pengawalan akan kami berikan gratis dan tidak dipungut bayaran. Jadi tidak usah sungkan untuk itu, demi keselamatan dan keamanan," kata Supriyadi.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved