Jumat, 24 April 2026

Melirik Bidadari Duta Rokok Bandara Soetta Asal Bali

Okta yang berparas cantik dan memiliki postur proposional itu tak segan - segan menegur penumpang yang merokok di sembarang tempat.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Komang Oktaviani Suhamadi (19) sibuk berkeliling Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, dengan menggunakan sepatu rodanya. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Komang Oktaviani Suhamadi (19) tampak sibuk berkeliling Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Gadis asal Bali ini mengitari Bandara Soetta guna menegur para perokok di sekitar area tersebut.

Ia didapuk sebagai Duta Rokok di Bandara Soekarno Hatta.

20161030Melirik Bidadari Duta Rokok Bandara Soetta Asal Bali1
Komang Oktaviani Suhamadi (19) saat berada di area merokok Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (30/10).

Perempuan yang disapa Okta ini menggunakan sepatu roda saat menelusuri Terminal 3 Ultimate.

Mengenakan kaos warna kuning dibalut celana jeans disertai topi, wanita berusia 19 tahun itu mulai beroprasi.

Okta yang berparas cantik dan memiliki postur proposional itu tak segan - segan menegur penumpang yang merokok di sembarang tempat.

Bahkan perempuan dari Pulau Dewata ini juga tidak malu memunguti puntung - puntung rokok di area Bandara Soetta.

Ia juga turut membersihkan lantai yang bercecer dari sisa - sisa abu rokok tersebut.

"Duta Rokok ini tugasnya melarang penumpang agar merokok tidak sembarangan tempat. Diarahkan untuk ke area smoking yang sudah disediakan oleh pihak Bandara," ujar Okta tersenyum manis saat berbincang hangat dengan Warta Kota di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Minggu (30/10).

Hal tersebut bertujuan agar pengguna jasa yang lainnya tidak terganggu oleh kumpalan asap rokok itu.

Ia juga memberikan informasi dan membantu para penumpang yang masih kebingungan di Terminal 3 yang masih baru ini.

"Kendalanya sih waktu saat ngarahin penumpang, terkadang dianggap remeh. Para perokok susah diarahinnya, malah sayanya yang dimarahi," ucapnya.

Kendati demikian, Okta selalu memasang senyum simpul sambil memberikan penjelasan kepada calon penumpang tersebut.

Ia mengaku lebih sulit nengarahkan perokok yang merupakan warga negara Indonesia (WNI).

"Lebih susahnya lebih susah tegur WNI daripada WNA (warga negara asing). Kalau WNA itu ngeyel dibilanginnya," kata Okta.

Jika si perokok tetap membandel juga sudah diarahkan.

Maka Okta tetap menunggu di tempat itu sampai perokok tersebut mematikan rokoknya.

"Kalau masih ngeyel juga kami meminta bantuan petugas keamanan," paparnya.

Kekhawatiran orangtua

Okta nekat mengambil pekerjaan sebagai Duta Rokok yang kerap beroprasi di Terminal 3 Bandara Soetta.

Orangtuanya pun sempat mengkhawatirkannya anak gadisnya tersebut merantau jauh dari Bali ke Tangerang.

Perempuan berusia 19 tahun ini merupakan anak bungsu. Ia anak ketiga dari tiga bersaudara.

Bahkan Okta baru saja tamat SMA pada tahun lalu. Pengalaman kerjanya pun minim.

"Orangtua aku khawatir, terutama bapakku. Bapak masih agak - agak setengah - setengah ngasih aku kerja di sini," tutur Okta.

Wanita yang mempunyai lesung pipi ini menjelaskan kepada orangtuanya bahwa dirinya memang niat kerja sebagai Duta Rokok di Bandara Soekarno Hatta.

"Perlahan - lahan ibuku ngasih dukungan, katanya biar sambil tambah pengalaman, kan usianya juga masih muda," ungkapnya.

Sebelumnya Okta juga sempat masuk avisiasi dan menjalani training di Terminal 2 Bandara Soetta. Training selesai, ia balik ke Bali.

Kemudian bersama teman - temannya melamar menjadi duta rokok. Tak selang waktu lama, Okta pun diterima sebagai duta rokok tersebut.

"Setelah beberapa Minggu aku ditelepon kalau besoknya ada jadwal interview. Aku langsung pesan tiket untuk ke Bandara Soekarno Hatta," imbuhnya.

Sering digoda

Memiliki paras menawan dan body aduhai membuat Okta kerap kali menuai godaan.

Saat menjalani pekerjaannya dirinya sering digoda oleh para calon penumpang.

"Digodain terus, disiul - siulin malah ada yang minta nomor telepon," jelas Okta.

Ia pun mempunyai strategi guna meredam lirikan serta godaan dari pria mata keranjang tersebut.

"Kalau digodain aku panggil teman seprofesiku untuk menergurnya. Terus kalau temanku yang digoda, aku yang menegur," ucapnya.

Ia memahami bahwa pekerjaannya ini menjadi pusat perhatian.

Banyak yang para pria yang melirik serta memandang mengagumi kecantikan Duta Rokok yang berkeliaran di Bandara Soetta.

"Ya namanya risiko kerjaan, digoda - goda enggak apa - apa. Asal jangan sampai pegang - pegang," kata Okta yang baru 4 bulan menjadi Duta Rokok di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. (dik)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved