Rabu, 15 April 2026

Gara-Gara Mesin TPE, Mobil Parkir 5 Jam Cuma Bayar 1 Jam

Kondisi parkir di kawasan Jalan Pinangsia Raya yang dipasangi mesin terminal parkir elektronik (TPE) masih semrawut.

Parkir di Jalan Pinangsia Raya masih semrawut kendati diterapkan sistem parkir meter menggunakan mesin. 

WARTA KOTA, TAMANSARI-Kondisi parkir di Jalan Pinangsia Raya, Pinangsia 1, Pinangsia 2, dan Jalan Pinangsia 3 yang dipasangi mesin terminal parkir elektronik (TPE), masih semrawut. Akibatnya juru parkir kesulitan menggiring pengemudi untuk membayar parkir di mesin TPE. Banyak yang lolos, terutama pengendara motor.

Di lokasi, motor yang parkir kelihatan semrawut. Motor parkir berderet di pinggir jalan, bahkan ada pula yang parkir disela-sela mobil. Di beberapa titik, motor parkir di trotoar, berjejal di antara lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di trotoar.

Pantauan Wartakotalive.com, banyak pemotor yang lepas dari pantauan juru parkir. Mereka lolos dan tak digiring juru parkir untuk membayar di mesin TPE. Terutama mereka yang memarkir motornya di trotoar.

Mohamad Kosasih (27), salah satu juru parkir TPE di ujung Jalan Pinangsia Raya, mengaku dirinya kerepotan mendeteksi pemotor yang sudah membayar parkir di mesin TPE dan yang belum.

"Kadang lolos juga. Ada juga pengemudi mobil yang hanya membayar untuk 1 jam, tetapi parkir berjam-jam bahkan sampai 5 jam. Saat dia pergi, saya tak lihat. Banyak juga itu yang lolos begitu," kata Kosasih kepada Wartakotalive.com, Selasa (25/10/2016) siang.

Pengendara mobil memang sebagian besar hanya membayar untuk 1 jam pertama, yakni Rp 5.000. Padahal mereka kemudian bisa parkir dua sampai 3 jam.

Ada pula yang lolos karena juru parkir lupa mobil yang keluar mulai parkir sejak kapan. Saat ditanya ke pengemudi, lalu menjawab hanya parkir kurang dari 1 jam dan tak memberikan bukti pembayaran. Juru parkir pun cuma bengong dan terpaksa percaya.

Kesulitan terjadi lantaran bukti pembayaran hanya dipegang oleh pemilik mobil atau motor. Juru parkir tak memegang bukti pembayaran tersebut.

Pantauan Wartakotalive.com, sepanjang siang tadi, juru parkir kelihatan sibuk mencegat pengendara mobil dan motor yang parkir. Menjelaskannya satu per satu.

Mereka yang belum memiliki e-money digiring terlebih dulu ke tempat penjualan e-money disana. Ada tiga bank yang menjual e-money disana, antara lain Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank DKI.

Asep Sain (37), salah satu pengunjung, mengaku masih bingung dengan mesin TPE. Dia mengaku hanya membayar parkir untuk 1 jam.

"Saya juga tak tahu ini. Sepertinya sih saya masih lama disini. Mau ngobrol-ngobrol di toko keramik soalnya," ujar Asep kepada Wartakotalive.com, siang tadi.

Sementara itu, beberapa pegawai toko di Jalan Pinangsia Raya mengaku tak pernah membayar parkir motor mereka yang diparkir di trotoar.

"Itu motor ditaruh di trotoar aja itu. Terus dipakai, balik lagi, tak pernah ditagih tuh," ujar salah seorang pegawak toko.

Di lokasi dimana mesin TPE dipasang, setiap juru parkir kebagian menjaga satu sampai dua mesin. Masing-masing berjaga parkiran sepanjang 20 meter sampai 30 meter.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved