Surat Klarifikasi SLB Kasih Bunda Duri Selatan Tambora
Pengurus Yayasan Kasih Bunda Sejati yang menaungi SLB Kasih Bunda yang berlokasi di Duri Selatan - Tambora, menyampaikan klarifikasi pemberitaan.
WARTA KOTA, PALMERAH— Gabriel Bayu, salah satu Pengurus Yayasan Kasih Bunda Sejati yang menaungi SLB Kasih Bunda yang berlokasi di Duri Selatan - Tambora, Jakarta Barat, menyampaikan klarifikasi pemberitaan.
Inilah surat resminya:
Judul salah satu artikel di Media Kompas tanggal 12 Oktober 2016 cukup membuat saya ingin mengetahui apa isi dari artikel tersebut. Judulnya adalah “Ahok : Bilang ke Heru, anak buah lu enggak bener”. Cukup menarik awalnya ketika saya membaca Judulnya. ditengah panasnya perang visi dan misi menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
Namun ketika membaca isi dari berita diatas, isinya sungguh mengejutkan. Tanah yang digunakan sebagai operasional SLB Kasih Bunda di Duri Selatan, Jakarta Barat belum dicatatkan sebagai asset milik Pemprov DKI. Dimana didalam isinya juga ada juga keterangan bahwa tanah tersebut diberikan oleh seorang pengusaha kepada Yayasan untuk menjadi Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial. Saya mendalami maksud dari berita tersebut dan menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang salah dalam isi berita tersebut.
Hari itu juga, teman-teman dari Dinas Provinsi DKI Jakarta menghubungi kami dan menanyakan tentang isi berita tersebut. Lalu kami mendapat masukan dari Ibu Aulia, bahwa baiknya kita mengumpulkan bukti legalitas tentang keabsahan SLB Kasih Bunda.
Kemudian setelah bukti legalitas terkumpul, mulai dari akta jual beli tanah tahun 1958 hingga IMB tahun 2007, tanggal 13 Oktober 2016, Ibu Maryati Sri Supadmi selaku Kepala Sekolah SLB Kasih Bunda, serta Bapak Albertus Wibowo sebagai Perwakilan Yayasan Kasih Bunda Sejati datang ke kantor Dinas Provinsi untuk klarifikasi isi berita tersebut.
Namun ditengah proses tersebut, kami kembali dikejutkan dengan isi berita dari Media Warta Kota yang memuat berita dengan judul lebih “fantastis”. Judul beritanya adalah “Sekolah Luar Biasa di Tambora terancam ditutup dilaporkan ke Ahok”.
Isi didalam beritanya tidak jauh berbeda dengan apa yang “disajikan” oleh Kompas satu hari sebelumnya. Namun dikarenakan judul artikel yang lebih “mengkerucut” kami mau tidak mau harus mengambil sikap lebih tegas.
Mengapa sampai seperti ini respon kami? Perlu diketahui bahwa SLB Kasih Bunda adalah Sekolah yang melayani anak-anak berkebutuhan khusus, dimana mayoritas, tingkat kesejahteraan keluarga mereka adalah dibawah rata-rata. Tidak sedikit anak yang bersekolah di tempat kami, jangankan membayar iuran sekolah, justru terkadang kami dari pihak sekolah yang membantu kebutuhan primer rumah tangga mereka seperti sembako, dll.
Dari mana hal tersebut bisa terjadi? Donatur! Tanpa donatur, SLB Kasih Bunda tidak akan dapat berdiri dan berkembang hingga sekarang.
Dan dikarenakan pemberitaan dari beberapa media, banyak donatur yang mempertanyakan soal kesungguhan kami dalam melayani anak-anak berkebutuhan khusus. Maka dari itu kami sangat “rewel” akan hal ini. Karena pertanggungjawaban moril kami sebagai Pengurus Yayasan, Guru, dan Karyawan diuji melalui hal ini.
Kemudian, setelah mendapatkan konfirmasi dengan Dinas Provinsi, kebetulan yang ada disana adalah Ibu Susi selaku sekretaris Kepala Dinas.
Dan hasilnya adalah pemberitaan di beberapa media adalah SALAH ALAMAT. Memang benar yang ditujukan adalah Kasih Bunda, tetapi bukan Sekolah Luar Biasa, namun Sekolah Umum. Bukan berlokasi di Duri Selatan – Tambora, namun di daerah Taman Kota.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang SLB/B-C Kasih Bunda, silahkan klik :
1. Website : www.kasihbundasejati.sch.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150505-slb-ujian-nasional_20150505_161910.jpg)