Penyapu Jalanan Dinas Kebersihan Terima Asuransi Jagadiri Gratis
Asuransi Jagadiri memberikan asuransi gratis selama tiga bulan kepada 13.231 PHL dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta
Penulis: | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTA KOTA, CILILITAN - Asuransi Jagadiri memberikan asuransi gratis selama tiga bulan kepada 13.231 pekerja harian lepas (PHL) dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta.
Kegiatan itu dilakukan dalam rangka menyambut Hari Asuransi Nasional, 18 Oktober 2016.
Para pekerja harian lepas di lingkungan Dinas Kebersihan DKI itu, atau yang dikenal dengan Pasukan Orange, adalah mereka yang bertugas di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.
Mereka terdiri dari 36 divisi pekerjaan, baik di darat maupun di air.
Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim mengatakan, pekerjaan sehari-hari yang dilakukan Pasukan Orange itu beresiko tinggi dari sisi keselamatan kerja maupun dari sisi kesehatan.
Tukang sapu jalanan misalnya, mereka mulai kerja pukul 04.00 sampai 05.00, padahal saat itu pengguna kendaraan biasanya memacu mobil atau sepeda motornya dengan kencang.
Menurut Ali Maulana Hakim, sampai saat ini sudah ada 28 klaim yang diajukan Pasukan Orange, ada klaim yang karena meninggal, cacat tetap, maupun sakit dalam perawatan.
Bagi mereka yang cacat tetap dan tidak bisa bekerja lagi, diupayakan agar anggota keluarga terdekat bisa menggantikan pekerjaannya karena dikhawatirkan petugas bersangkutan merupakan tulang punggung keluarga.
“Faktor resikonya memang tinggi, kami berikan apresiasi kepada para PHL, Pasukan Orange ini. Kami juga sampaikan terima kasih kepada Asuransi Jagadiri yang sudah memberikan asuransi gratis,” tuturnya saat pemberian secara simbolis asuransi gratis itu di Kantor Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Cililitan, Jakarta Timur, Selasa (18/10).
Rusdi, salah satu perwakilan Pasukan Orange bagian air mengakui besarnya resiko pekerjaan tersebut.
Saat pembersihan kali maupun gorong-gorong, masih banyak sampah tajam seperti tusuk sate dan paku.
“Ada salah satu teman yang terkena tusuk sate waktu nyebur ke kali bersihin sampah, besoknya dua hari demam nggak masuk kerja,” bebernya.
Danang, Pasukan Orange lainnya yang bertugas membersihkan bagian darat tak kurang resikonya.
“Agustus kemarin, saya kena beling (pecahan kaca—red) pas di urat tendon. Sudah pakai sarung tangan, tapi masih kena juga. Terpaksa harus dijahit sampai sembilan jahitan. Dua minggu nggak bisa kerja jadinya,” kata Danang.
Baik Rusdi maupun Danang mengakui, selama ini mereka sudah mendapat perlindungan dari Asuransi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161018-asuransi-phl-dinas-kebersihan_20161018_190707.jpg)