Pemilukada DKI Jakarta
Begini Pembelaan Tim Kampanye Ahok-Djarot Terkait Penghinaan Agama
Suntingan video Ahok yang dipotong dalam akun facebook 'SBY' itu telah menimbulkan polemik di masyarakat yang kemudian menjustifikasi Ahok telah melak
WARTAKOTA, MENTENG - Jelang masa kampanye Pilkada DKI Jakarta, bakal calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sempat mengejutkan masyarakat lewat kunjungan kerjanya di kepulauan seribu beberapa hari lalu.
Sebagian masyarakat beranggapan, Ahok dinilai telah melecehkan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51.
Setelah sejumlah ormas Islam melaporkan Ahok atas dugaan penistaan agama, relawan Ahok dari Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) memberikan pembelaan.
Mereka melaporkan sebuah akun facebook ke polisi karena menyunting video Ahok setengah-setengah.
Sebab, dinilai suntingan video Ahok yang dipotong dalam akun facebook 'SBY' itu telah menimbulkan polemik di masyarakat yang kemudian menjustifikasi Ahok telah melakukan penistaan agama.
"Kami membaca sudah ada laporan, tapi kami juga selesai membaca dari temen temen relawan juga melaporkan akun sosial media pertama kali memplintir/edit dan membuat transkrip yang salah terhadap ucapan pak ahok," kata Guntur Romli, ditemui di Warung Daun, Menteng, Jakarta Pusat, (8/10).
Menurutnya, semua video Ahok soal kunjungan kerja ataupun rapat kerja, secara resmi dirilis oleh Pemprov DKI.
"Karena video itu pun secara resmi dirilis oleh pemprov dki, sebagai bagian dari keterbukaan kinerja pak ahok kepada publik, jadi rapat apapun, itu akan resmi di share oleh akun pemprov," katanya.
Dirinya menilai, pelaku diduga sengaja memprovokasi lewat editan video Ahok.
"Nah orang yang kami laporkan kemaren itu, dia itu mengedit video hanya ucapan itu beberapa detik, ucapan pak Ahok itu sebenarnya untuk melawan ucapan orang yang melakukan politisasi agama dan yang menyerang pak Ahok lewat surat Al-Maidah," ujar Romli.
Pelaku dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 UU no 12 Tahun 2098 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Romli menambahkan, sebab pelaku membuat transkrip bertuliskan 'Bapak-ibu yang muslim dibohongi surat Al-Maidah'.
"Jadi orang itu memakai Al Quran sebagai alat kebohongan, bukan Al Quran yang bohong yah. Dia membuat transkrip yang bertuliskan bapak ibu yang muslim dibohongi surat al maidah. Itu transkrip yang dibuat. Dan itu disebarluaskan serta ditonton oleh puluhan ribu orang," ujarnya.
Adapun kunjungan kerja yang dilakukan Ahok di kepulauan seribu, Romli menepis bahwa itu dilakukan bukan untuk kampanye dan semata-mata hanya berdialog dengan masyarakat dan melakukan pembahasan program pembibitan ikan.
"Kalau kita bicara yang di pulau seribu itu memang dialog untuk berbicara dengan masyarakat. Makanya pak ahok secara resmi menggunakan seragam dinas kerja. Kemudian biasa dia memberikan sambutan dan tanya jawab," kata Romi.
Romi kembali menegaskan, maksud dari Ahok ialah warga kepulauan seribu jangan sampai terpengaruh oleh Pilkada DKI 2017.
"Yang konteks kalau kita baca jangan terpengaruh dengan pilkada. Siapapun yang terpilih maka tidak ada masalah. Dia hanya memastikan bahwa program kerja ahok yang di kepulauan seribu soal penebaran bibit, itu tidak akan terganggu dengan pilkada," tandasnya. (Faizal Rapsanjani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160930-ahok1_20160930_180956.jpg)