Sabtu, 2 Mei 2026

Kebakaran

Bikin Trenyuh, Kisah Sepasang Kakek-Nenek Berjuang Melawan Kepungan Kobaran Api

Karsinah merasa beruntung bisa selamat dari kebakaran hebat yang menimpa kampungnya di RT 05/09 Kelurahan Palmeriam, Jakarta Timur, Kamis (6/10)

Tayang:
Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota/Feryanto Hadi
Sisa-sisa kebakaran yang terjadi di RT 05/09 Kelurahan Palmeriam, Jakarta Timur, Kamis (6/10/2016) dini hari. 

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Karsinah merasa beruntung bisa selamat dari kebakaran hebat yang menimpa kampungnya di RT 05/09 Kelurahan Palmeriam, Jakarta Timur, Kamis (6/10) dini hari.

Dihantui perasaan takut luar biasa, nenek berusia 76 tahun itu akhirnya selamat dari maut karena sang suami rela berkorban untuknya.

Pukul 00.30, tidak biasanya Karsinah terdorong untuk menyelesaikan pekerjaannya, mencuci baju milik para pelanggannya, di rumah bedengnya yang berbatasan langsung dengan tebing anak Kali Ciliwung.

Tak lama, terdengar teriakan-teriakan dari seberang kali, yang tak lain adalah kawasan lokalisasi pinggir rel Gunung Antang. Dari jarak sekitar 30 meter, Karsinah melihat ada kebakaran di seberang sana.

Beberapa warga yang terbangun menyaksikan peristiwa kebakaran itu. Nenek Karsinah, memutuskan masuk ke dalam rumah untuk memberesi cucian dan membangunkan suaminya, Pendi (70). Tetapi, setelah ke luar kembali, ia sudah mendapati api mulai menyasar perkampungannya.

"Tidak tahu bagaimana kok bisa sampai ke kampung saya. Apinya nyebrang kali terbawa angin," kisah Karsinah kepada Warta Kota ditemui di lokasi pengungsian, Kamis (6/10) siang.

Rumah Karsinah dan warga lain umumnya hanya terbuat dari papan dan triplek. Itu yang menyebabkan api lekas menyebar ke bedeng-bedeng tempat tinggal di sana. Nenek Karsinah dan suaminya bingung.

"Saya niatnya mau ambil barang-barang saya di dalam rumah, tapi suami saya bilang 'sudah terlambat'."

Suami-istri itu pun memutuskan untuk lari menyelamatkan diri. Kakek Pendi, berupaya menuntun istrinya yang memang sudah kesulitan berjalan. Apalagi, mereka harus berebut jalan dengan warga lain melewati jalan selebar sekitar satu meter.

Dalam percobaan menyelamatkan diri, pasangan itu sempat terhadang kobaran api. Pendi mengajak sang istri mengambil satu jalan lain keluar dari perkampungan, namun api sudah berkobar di mana-mana.

"Ada satu jalan lain sebenarnya, menuruni tangga curam menyeberangi pintu air kali. Tapi istri saya sudah sulit menuruni tangga itu," Pendi menambahkan.

Api makin besar

Pendi mencoba tidak panik meskipun situasi sudah makin sulit. Di sekitarnya, api berkobar-kobar. Di saat warga lain sudah berhasil menyelamatkan diri, Pendi yang sebenarnya juga kondisinya mulai melemah karena faktor usia, masih mencoba melindungi sang istri. Tak jarang, ia memasang badannya agar sang istri tak kepanasan terdampak kobaran api.

"Di dalam kampung sudah gelap. Asapnya sangat tebal. Upaya kami menyelamatkan diri selalu dihadap api," kata Pendi.

"Saat itu suasana sudah kalang kabut. Saya tetap menjagai istri saya, apapun yang terjadi."

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved