Rabu, 22 April 2026

JPO Transjakarta Tak Ramah Lansia

Jembatan Penyeberangan Orang di halte-halte Transjakarta dinilai tak ramah bagi para lanjut usia.

WARTA KOTA, SETIABUDI-Berkelok-kelok ataupun memiliki kemiringan anak tangga yang tajam, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Transjakarta yang berada di sejumlah titik Ibukota masih dinilai masyarakat belum ramah lansia. Bukan hanya menguras tenaga, kondisi tersebut pun membahayakan lansia ketika dilanda kelelahan.

Pemandangan JPO tersebut seperti yang terlihat pada JPO Dukuh Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Walau terlihat landai, menapaki JPO yang memotong Jalan Sudirman Raya itu bukan tanpa perjuangan. Jalur JPO yang berkelok dan membentang hingga sepanjang lebih dari 300 meter itu sangat menguras tenaga.

Menapaki JPO dari sisi Halte Transjakarta Dukuh Atas II, tepatnya di depan Gedung Landmark, Jalan Galunggung, Setiabudi, Jakarta Selatan, waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Halte Transjakarta Dukuh Atas I yang berada di Jalan Sudirman sekitar lima menit. Lambatnya waktu tersebut disesuaikan dengan kecepatan jalan Suhardjo (64) warga Ciputat, Tangerang Selatan yang ditemui Warta Kota.

Menurutnya, pelayanan ataupun tarif yang ditawarkan bus Transjakarta kini sangat baik, seperti pelayanan ramah dengan kondisi pendingin udara yang dalam kondisi baik. Namun, apabila merunut pada kondisi JPO yang ada saat ini, khususnya JPO Transjakarta Dukuh Atas, dirinya mengusulkan agar evaluasi dapat dilakukan.

"Pelayanannya sudah bagus, cuma jembatannya aja yang kurang asik, miringnya sih sudah oke, tapi panjangnya ini yang jadi masalah buat orangtua kayak saya. Memang, kalau jembatan dibikin pendek, otomatis kemiringannya nambah, makanya yang dikalahin itu kemiringannya, jadi jembatan sengaja dibikin panjang," ungkapnya sembari tertawa.

Hal tersebut katanya mungkin sudah menjadi pertimbangan kontraktor sebelum melakukan pembangunan. Tetapi lanjutnya, alangkah eloknya apabila pihak Transjakarta memberikan jalur khusus lansia dengan fasilitas eskalator, sehingga tidak harus berjalan jauh untuk mencapai Halte Dukuh Atas I.

"Pertimbangan untuk dibikin panjang menurut saya karena antrian di sini itu panjang. Tapi apa nggak bisa ya dibikin shortcut (jalan pintas-red), pakai eskalator gitu, buat orangtua sama yang pakai kursi roda," ungkapnya kembali tersenyum.

Bergeser dari Halte Dukuh Atas, Warta Kota menemukan dua JPO lainnya yang belum ramah lansia. Kedua JPO tersebut berada di JPO Halte Transjakarta Semanggi dan Pancoran. Kedua JPO yang termasuk dalam koridor IX Pinang Ranti-Pluit itu merupakan JPO terpajang dan tertinggi di Ibukota.

Pada JPO Halte Transjakarta Semanggi, kemiringan jembatan tersebut mirip dengan JPO Halte Dukuh Atas atau kurang dari 45 derajat. Hanya saja, JPO Halte Transjakarta Semanggi lebih panjang, yakni terbentang dari Plaza Semanggi hingga Bendungan Hilir atau memotong Jalan Gatot Subroto serta Jalan Tol Dalam Kota yang berada di bawahnya.

Berbanding terbalik dengan kedua JPO sebelumnya, keluhan yang banyak diperbincangkan oleh penumpang adalah JPO Halte Transjakarta Pancoran. JPO yang berada persis di depan Tugu Pancoran itu dikeluhkan karena memiliki kemiringan yang curam hingga empat lantai. Bukan hanya kaum lansia, Himawan (45) pegawai Jasindo yang ditemui Warta Kota di lokasi pun mengeluhkan hal serupa. Pria yang mengaku tinggal di Cibinong, Jawa Barat itu mengaku kelelahan ketika menginjakan kaki di halte, lantai teratas JPO.

"Dihitung-hitung ya olahraga juga, naik turun setiap hari. Tapi ya capek juga, setiap hari pulang kerja harus naik tangga beginian, udah capek otak ditambah lagi capek pinggang," ungkapnya tertawa terbahak.

Serupa dengan Suhardjo, dirinya pun berharap agar PT Transjakarta dapat meningkatkan pelayanan, seperti pada pemasangan eskalator atau lift agar penumpang lebih nyaman.

"Jadi yang muda-muda bisa naik tangga, yang tua naik lift kalau nggak eskalator kayak di mal-mal. Karena kan perjuangan bukan cuma sampai sini aja, kayak saya, saya harus turun di Cawang untuk naik kereta, jadi kalau boleh usul ya dipasang lift gitu, khusus orangtua," tutupnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved