Kamis, 16 April 2026

Prostitusi

Pengakuan Mengejutan Para Terapis Bandung: Tamunya Banyak Pejabat

Para terapis panik. Beberapa perempuan tampak tergesa-gesa mengenakan jaket untuk menutupi tubuh seksinya yang setengah terbuka.

Editor: Suprapto
KOMPAS.com/Dendi Ramdhani
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat menggerebek sebuah panti pijat di kawasan Dago, Kota Bandung, Jum at (23/9/2016). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Derap langkah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendadak cepat.

Sorot matanya menajam, menengok tiap kamar yang berada di lorong gelap di sebuah panti pijat mesum bernama Illvsion di Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Jumat (23/9/2016).

Tak hanya mengejutkan, kedatangan Ridwan secara tiba-tiba membuat suasana mendadak hening.

Para pegawai hanya terpaku, menundukan kepala saat Ridwan melintas di hadapan mereka.

"Kumpulin semua terapis di satu ruangan," kata Ridwan kepada asistennya dengan nada tegas.

Para terapis panik. Beberapa perempuan tampak tergesa-gesa mengenakan jaket untuk menutupi tubuh seksinya.

Sekitar 30 terapis hanya duduk terdiam sambil menutup wajah untuk menghadang jepretan kamera juru foto.

Emil, sapaan akrabnya, langsung berdiri di tengah para perempuan berbusana serba mini.

Ia kemudian mengumpulkan kartu identitas para terapis.

Satu demi satu diperiksanya. Melihat para terapis tegang, Emil berupaya mencairkan suasana.

"Tamunya banyak orang Bandung atau luar, ada bule?" tanya Emil.

"Fifty-fifty Pak," sahut seorang terapis bernama Siska (29).

"Pejabat banyak yang ke sini?" tanya Emil kembali.

Para terapis menjawab, "banyak".

"Pakai seragamnya warna naon? Tahu dia pejabat gimana?" cecar Emil.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved