Perbaikan Tanggul Perumahan Mutiara Depok Baru 40 Persen
Perbaikan tanggul Perumahan Mutiara Depok yang longsor sudah rampung hingga 40 persen.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK-Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok telah melakukan penanganan dan perbaikan tanggul penahan Kali Kupet di Perumahan Mutiara Depok, Sukmajaya, sepanjang sekitar 10 meter yang longsor, Rabu (7/9/2016) lalu.
Sampai Jumat (23/9/2016) perbaikan dengan membangun ulang tanggul sudah rampung hingga 40 persen.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Bimasda Depok, Manto, Juat (23/9/2016). Menurutnya saat ini proses perbaikan memasuki tahap pemasangan bronjongan, setelah sebagian tanggul berhasil diperbaiki kembali.
Menurut Manto, pembuatan tanggul dengan membangun tembok turap setinggi sekitar 3 meter itu sudah mulai dilakukan sejak pekan lalu.
"Mulai dari pembersihan longsoran dengan alat berat sampai pembuatan lagi tanggul yang longsor sudah kami lakukan sejak longsor terjadi. Kini sedang pemasangan bronjongan untuk turap temboknya," katanya.
Diharapkan kata dia proses penanganan serta pembangunan kembali tanggul yang longsor itu akan rampung pekan depan.
Sehingga nantinya warga perumahan tidak perlu khawatir lagi, jika hujan turun.
Ia mengatakn perbaikan tanggul longsor ini menggunakan biaya tak terduga (BTT) dari APBD Depok.
"Kami berharap pengerjaan bisa rampung lebih cepat," katanya.
Seperti diketahui, hujan deras yang menimpa wilayah Depok, Rabu (7/9/2016) lalu, mengakibatkan tembok turap atau tanggul diatas Perumahan Mutiara Depok, Sukmajaya, longsor.
Beruntung, longsoran tanah dan tembok turap sepanjang sekitar 10 meter yang ambruk, tidak sampai menimpa rumah warga yang berjarak sekitar 10 meter di bawahnya.
Namun longsoran menutup ruas jalan di Blok GF di perumahan tersebut. Sejumlah material tanah dan pecahan turap sempat masuk ke halaman rumah warga di Blok GF.
Sesaat setelah longsor, petugas gabungan dari Dinas Bimasda Depok yang dibantu personel TNI langsung melakukan pembersihan longsoran material tanah dan turap yang ambruk.
Wawan (33) salah seorang warga menuturkan, longsornya tembok turap di perumahan yang ditinggalinya terjadi saat intensitas hujan sudah menurun.
Ia menduga longsor terjadi karena turap tidak mampu menahan aliran Kali Kupet yang ada di atas perumahan Mutiara.