Hah, Sewa Kios di Pasar Santa Rp 6,5 Juta Pertahun?
Sewa kios di Pasar Santa disebut-sebut paling mahal Rp 6,5 juta per tahun. Apa iya?
WARTAKOTA, KEBAYORANBARU-Setelah sempat menjadi primadona baru bagi anak-anak muda di wilayah DKI Jakarta, Pasar Santa yang berkonsep komunitas kreatif di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini berangsur sepi pengunjung.
Ada beberapa alasan yang disinyalir menjadi penyebab sepinya Pasar Santa. Salah satunya akibat mahalnya harga sewa kios. Bila di awal-awal kemunculannya tarif sewa kios hanya Rp 3 juta pertahun, kini nilai sewanya disebut-sebut mencapai Rp 30 juta perbulan.
Pantauan Warta Kota, Jumat (23/9/2016), area lantai satu Pasar Santa yang menjadi area pasar komunitas kreatif, tampak sepi. Sebagian besar kios tutup. Selain itu, hanya tampak segelintir pengunjung sedang makan di area foodcourt.
Untuk diketahui, ada dua jenis kios yang tersedia di Pasar Santa, yakni kios kecil berukuran 2x2 meter dan kios foodcourt ukuran 4x2 meter.
Kepala Pasar Santa, Achmad Subhan, mengatakan, dari 350 kios yang tersedia, saat ini yang terisi tidak sampai setengahnya atau hanya sekitar 150-an kios.
Dia tak menampik penyebab banyaknya kios kosong akibat mahalnya tarif sewa kios yang dipatok oleh masing-masing pemiliknya.
"Memang ada indikasi kenaikan tarif ini dilakukan pemilik kios secara sepihak. Karena melihat jualan di sini laku, mereka melihat peluang untuk menaikkan harga, akhirnya tarif sewa dinaikkan," kata Subhan kepada Warta Kota di Pasar Santa.
Subhan menjelaskan, tarif sewa kios kecil yang di awal kehadirannya pada 2014 dipatok Rp 3 juta pertahun, tahun 2015 naik menjadi Rp 6 juta, kemudian tahun ini naik lagi mencapai Rp 12 juta pertahun. Itu pun belum termasuk kewajiban membayar pajak BPP (Biaya Pengelolaan Pasar). Tarif pajak BPP kios Rp 120.000 perbulan, BPP restoran Rp 235.400 perbulan.
Sadar bahwa mahalnya tarif sewa membuat pasar menjadi sepi, pihaknya mencoba mengatasi masalah dengan mendorong pemilik kios agar tidak memasang tarif sewa terlalu tinggi. "Akhirnya sekarang tarif baru adalah berkisar Rp 4 juta sampai Rp 6,5 juta pertahun."
Harga itu, bilang Subhan, sudah berdasarkan pembicaraan dengan para penyewa kios. Pihaknya menanyakan berapa harga sewa yang wajar, kemudian didiskusikan dengan pemilik kios.
"Ada juga pemilik kios yang menyewakan seharga Rp 6,5 juta tapi sudah sama pajak BPP. Jadi dalam satu tahun itu pemilik kios masih menerima Rp 5,3 juta," katanya.
"Jadi kemarin kita arahkan untuk pemilik tempat untuk tidak menyewakan mahal-mahal. Kalau masih tetap seperti itu, ya kita akan kasih peringatan. Kan sebenarnya yang harus dagang itu pemilik. Kalau mereka nggak mau buka usaha, boleh disewakan asal jangan mahal-mahal," tutur Subhan.
Karena harga sewa kios sudah turun, bilang Subhan, para penyewa yang sempat keluar tahun lalu akan masuk kembali. Dia berharap, Pasar Santa akan kembali ramai, tidak seperti saat ini yang hanya didatangi 100-150 orang perhari.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, terang Subhan, tahun 2017 pihaknya akan menambah lahan parkir dengan cara menata pedagang bunga di satu tempat. Tidak seperti sekarang yang menyebar.
"Saya sudah hitung, kalau pedagang bunga direlokasi ke satu tempat, ada tambahan lahan parkir untuk 300 motor dan 50 mobil," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pasar-santa_20160923_200053.jpg)