Bencana Alam
Wakil Wali Kota: Ada 13 Titik Rawan Longsor di Depok
Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna menyebutkan ada sekitar 13 titik di Kota Depok, yang rawan longsor jika hujan deras turun.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Ia mengatakan ada dana tidak terduga yang disiapkan Pemkot Depok untuk mengatasi bencana longsor itu. Karenanya, menurutnya dalam waktu dekat, akan dipasang turap atau tembok penahan longsor di tiga titik itu agar longsor tidak terjadi lagi.
"Kami juga mengimbau kepada warga yang tinggal di wilayah yang rawan longsor agar tetap waspada saat hujan turun. Sebab kami akui masih ada belasan titik rawan longsor di Depok ini," kata Pradi.
Selain itu, ia meminta warga segera melaporkan ke pihaknya atau aparat terkait jika longsor terjadi di wilayah mereka. "Agar kami bisa bergerak secepat mungkin untuk mengatasinya," kata Pradi.
Sebelumnya diberitakan akibat hujan deras yang menimpa wilayah Depok, Rabu (7/9) sore, tembok turap sepanjang sekitar 10 meter setinggi dua metrer, diatas Perumahan Mutiara Depok, Sukmajaya, ambruk dan longsor.
Beruntung, longsoran tanah dan tembok turap itu, tidak sampai menimpa rumah warga yang berjarak sekitar 10 meter di bawahnya.
Namun longsoran menutup ruas jalan di Blok GF di perumahan tersebut. Sejumlah material tanah dan pecahan turap sempat masuk ke halaman rumah warga di Blok GF.
Sampai Kamis (8/9) siang, petugas gabungan dari Dinas Bimasda Depok yang dibantu personel TNI terus melakukan pembersihan longsoran material tanah dan turap yang ambruk.
Wawan (33) salah seorang warga menuturkan, longsornya tembok turap di perumahan yang ditinggalinya terjadi Kamis malam sekira pukul 20.00, saat hujan ringan masih melanda wilayah Depok.
Ia menduga longsor terjadi karena turap tidak mampu menahan aliran Kali Kupet yang ada di atas perumahan Mutiara.
"Sebab sebelumnya hujan deras, jadi air kali pasti meluap dan mengikis turap yang akhirnya longsor ke perumahan kami," katanya, Kamis (8/9).
Beruntung kata dia saat kejadian situasi perumahan cukup sepi dan tidak ada warga yang melintas di jalan di depan Blok GF, yang tertutup longsoran tanah dan tembok.
"Longsor di perumahan kami ini sudah cukup sering terjadi. Paling tidak selama 3 tahun ini sudah ada 3 kali kejadian seperti ini," katanya.
Ia berharap pengembang dan Pemkot Depok benar-benar mengatasi hal ini agar longsor tidak terjadi lagi ke depannya.
"Kalinya mesti dinormalisasi juga, supaya turap yang dibangun tidak jebol lagi," katanya.
Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (Bimasda) Depok Manto menuturkan pihaknya sudah menurunkan personelnya untuk membersihkan longsoran di jalan perumahan Mutiara Depok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/balekambang-longsor_20160403_022215.jpg)