Pembantu Disiksa Majikan
Selain Dipukul dengan Selang, Rambut ACW Dicukur Botak oleh Majikan
Sementara Ar, saat diwawancarai mengaku emosi dan kesal karena akhir-akhir ini uangnya kerap hilang.
WARTA KOTA, KOJA - MAS (58) yang merupakan pelaku kekerasan terhadap pembantu rumah tangga (PRT)-nya sendiri, yakni ACW (11) kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian dari Polsek Koja, Selasa (6/9/2016).
Anwar yang kesehariannya bekerja sekaligus pengusaha minuman beralkohol di Jakarta Utara, tak hanya memukul punggung ACW dengan selang, namun juga mencukur rambut ACW sampai botak.
"Penganiayaan terhadap ACW ini terjadi di Jalan Lontar Taman RT 03/05 Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, pada Minggu (4/9/2016) pukul 22.00 WIB dan dilakukan oleh Ar selaku majikannya. Kekerasan itu dilakukan Anwar seorang diri dengan memukul wajah ACW dengan tangan kosong, memukul bagian punggung ACW hingga memar, bahkan rambut ACW pun dicukur paksa oleh Anwar sampai botak," ujar Kapolsek Koja, Kompol Supriyanto di Halaman Polsek Koja.
Motif penganiayaan yang dilakukan Anwar terhadap ACW kini terkuak berkat pemeriksaan intensif terhadap Anwar oleh pihak kepolisian. Diketahui, Anwar emosi lantaran uang belanja sebesar Rp 400.000 raib, dan berujung dengan menuduh ACW yang mencurinya.
"Pelaku tega melakukan penganiayaan karena korban mengambil uang belanja milik pelaku sebesar Rp 400.000 yang sudah ditaruh di laci lemari di kamarnya. Uang ini merupakan uang belanja untuk makan selama satu minggu," jelas Supriyanto.
Anwar yang merupakan pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan berprofesi sebagai pengusaha minuman beralkohol di Jakarta Utara, dijelaskan Supriyanto, sempat ke Makassar dan bertemu keluarga besar meminta untuk dicarikan anak asuh.
"Sebenarnya ACW ini anak asuh, bukan PRT. Sebab, mengingat pelaku sendiri sempat pulang ke kampung halamannya pada Maret 2014 bertemu keluarganya untuk dicarikan anak angkat. Setidaknya untuk diasuh dan disekolahkan di Jakarta. Setelah kerabat pelaku di Makassar mencarikan, bertemulah dengan keluarga dari korban yang memang berasal dari keluarga tidak mampu," ungkapnya.
Supriyanto melanjutkan, diketahui ACW merupakan keluarga tidak mampu lantaran kedua orangtuanya hingga kini bekerja sebagai pemulung barang bekas. Saat pertemuan antara keluarga ACW dan keluarga Anwar, alhasil keduanya belah pihak sepakat agar ACW tinggal menetap di Jakarta.
"Dari situlah terjadi kesepakatan antara kedua orangtua korban dengan keluarga Anwar, untuk membawa ACW tinggal di Jakarta, dan dirawat serta disekolahkan. Setelah dibawa ke Jakarta, korban yang saat itu masih menginjak usia 8 tahun keluarga Anwar berikut Anwar berjanji ke ACW akan disekolahkan. Namun, hal itu bohong belaka. Pelaku justru mempekerjakan korban menjadi PRT," ujarnya.
Sementara Ar, saat diwawancarai mengaku emosi dan kesal karena akhir-akhir ini uangnya kerap hilang.
"Ya di rumah penghuninya sedikit dan hanya saya, istri dan anak-anak saya. Sementara uang itu anak-anak saya enggak ada yang tahu. Toh cuman saya dan istri saya saja yang tahu. Anak dan dia (ACW) pun tidak tahu. Saya yakin kok kalau hilangnya uang saya bukan dicuri oleh ketiga anak saya, tapi ya sama dia," katanya.
Ketika ditanya berapa kali bersikap kasar ke ACW, Anwar hanya menundukkan kepala lantaran malu disorot kamera. Anwar menyebut dengan suara merendah yakni 'Sering'.
"Sering.. Ya sering," singkatnya.
Ia melanjutkan tak hanya memukul punggung dengan selang air dan mencukur rambut korban namun juga menyikut wajah ACW berkali-kali dan juga kerap memukul wajah ACW dengan tangan kosong.
"Kadang nyikut, kadang pakai tangan," kata Anwar sambil menundukkan kepalanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160906-pembantu-disiksa_20160906_190741.jpg)