Rabu, 13 Mei 2026

Yasa Paramita Singgih Habiskan Jatah Gagal

Yasa Paramita Singgih, pengusaha muda itu, tidak pernah takut gagal dalam berbisnis. Mumpung masih muda, habiskan jatah gagal, selorohnya.

Tayang:
Penulis: Ign Agung Nugroho |
istimewa
Pengusaha muda Yasa Paramita Singgih berseloroh, habiskanlah jatah gagal selagi usia masih muda. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Berbekal tekad yang kuat, tekun menjalankan usaha tanpa lelah, hingga mau belajar dari kegagalan diri sendiri dan sukses orang lain, menghantarkan. Yasa Paramita Singgih (21), menjadi salah satu wirausahawan muda yang mumpuni.

Kini dengan bendera PT Paramita Singgih, pemuda kelahiran Bekasi, Jawa Barat, 23 April 1995 itu, sukses menjalankan bisnisnya secara daring (online), sebagai penyedia fashion pria khusus anak muda - mulai dari kepala hingga ujung kaki - dengan label Men's Republic.

Kesuksesannya menggeluti dunia wirausaha, anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan Marga Singgih dan Wanty Sumarta itu pun meraih sejumlah penghargaan.

Mulai dari juara satu Wirausaha Muda Mandiri Nasional Kategori Mahasiswa Kreatif 2015, Tokoh Nyata Film Dokumenter Pemimpin Muda Dunia Bisnis dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada 2015, Marketeers Youth of the year of 2016 oleh Mark Plus.

Bahkan, yang membanggakan, nama Yasa masuk dalam 30 Under 30 Young Leaders & Entrepreneurs in Asia versi Forbes tahun 2016.

Apa yang dicapai Yasa sekarang semua berproses. Jatuh bangun pun sempat dialaminya.

Kepada Warta Kota, mahasiswa Bina Nusantara University, jurusan Marketing Communication, angkatan tahun 2013 itu. berbagi cerita seputar pengalamannya
menekuni dunia wirausaha.
Berikut petikannya :

Apa yang membulatkan tekad Anda memilih berwirausaha?

Saya terjun ke dunia usaha tidak disengaja, bukan karena cita-cita atau punya passion di dunia ini. Saya terlanjur basah. Saat usia 15 tahun Papa saya sakit terkena serangan jantung akibat adanya 3 penyempitan pembuluh darah dan dokter mendiagnosa Papa saya harus memasang ring agar sembuh. Saat itu di tahun yang sama saya kelas SMP 3 naik ke kelas SMA 1, sedangkan kakak kedua saya kelas SMA 3 dan mau ke universitas. Pada saat itu Papa saya lebih memilih uang cadangan keluarga dipakai untuk uang sekolah saya dan kakak dibandingkan harus operasi pemasangan ring. Akhirnya saya tertampar bahwa saya nggak boleh jadi anak yang minta minta uang terus sama orang tua karena Papa saya sudah berkorban begitu banyak untuk saya. Sejak saat itulah saya memantapkan diri untuk berwirausaha.

Kenapa wirausaha jadi pilihan?

Karena anak kecil mau kerja dimana juga bingung saat itu, satu satunya jalan hanya usaha mulai dari kecil- kecilan dan akhirnya keterusan sampai dengan sekarang.

Bagaimana perjalanan Anda merintis usaha hingga sekarang sukses dengan label Men's Republic ?

Nama Men's Republic sudah ada sejak tahun 2011. Saat itu saya buat toko online dengan nama Men's Republic, produknya adalah barang barang dari Tanah Abang. Lalu tahun 2012 saya sempat mencoba bisnis kuliner namun tahun 2013 bisnis tersebut bangkrut. Saya sempat rugi Rp 100 juta. Tahun 2014 saya mencoba kembali membangun Men's Republic yang sempat vakum. Sejak 2014 saya fokus membuat produk sendiri yaitu sepatu dengan brand Men's Republic, dan ternyata berkembang dengan baik sampai sekarang.

Apa yang memotivasi untuk bangkit lagi setelah gagal?

Yang membuat saya bangkit karena usia saya masih sangat muda. Pengalaman itu mahal sekali harganya. Saya bersyukur gagal di usia muda karena saya jadi belajar banyak untuk ke depannya, dibandingkan gagal di usia tua pasti akan sangat susah sekali untuk bangkit. Dan hal yang membuat saya termotivasi untuk bangkit lagi setelah saya bergaul dengan banyak pengusaha, ternyata ada banyak pengusaha yang gagalnya jauh lebih besar daripada saya. Ternyata kegagalan Rp 100 juta saya tidak ada apa apanya dibandingkan kegagalan mereka. Maka, saya punya prinsip, kalau kita lagi kena masalah, cari orang yang masalahnya lebih besar daripada kita. Kita akan merasa jauh lebih bersyukur.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved