Rabu, 29 April 2026

Kalimalang Jadi Arena Perayaan Lomba Panjat Pinang

Medianya kan air di bawah, jadi kalau jatuh ya paling kecebur. Kalau di tanah kan berbahaya sekali ya benturannya

Tayang:
Warta Kota/Rangga Baskoro
Sungai Kalimalang yang membentang dari daerah Cikarang hingga Jakarta Timur kerap digunakan sebagai arena perlombaan 17 Agustus yang sejatinya memiliki niatan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta semangat bahu membahu diantara sesama. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Kemerdekaan bangsa Indonesia dapat diraih dengan cara mengorbankan keringat dan darah para pahlawan yang gugur di medan pertempuran. Kini di saat Indonesia telah merdeka, perjuangan tidak lagi dilambangkan melalui tajamnya bambu runcing, namun digantikan dengan suka cita melalui perlombaan.

Sungai Kalimalang yang membentang dari daerah Cikarang hingga Jakarta Timur kerap digunakan sebagai arena perlombaan 17 Agustus yang sejatinya memiliki niatan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta semangat bahu membahu diantara sesama.

"Sebenarnya perlombaan panjat pinang di Kalimalang ini bukan tradisi juga. Tapi karena kami selalu mengadakannya di setiap tahun, jadi terkesan seperti itu. Kata warga sini, ada yang kurang kalau gak bikin lomba," ucap Fajar M Zialiq, tokoh masyarakat di RT 03 RW 13, Pondok Kelapa Selatan, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Selasa (16/8).

Alasan dipilihnya Kalimalang sebagai area perlombaan dikatakan olehnya merupakan pertimbangan dari berbagai pihak dengan alasan kemanan.

"Medianya kan air di bawah, jadi kalau jatuh ya paling kecebur. Kalau di tanah kan berbahaya sekali ya benturannya," tuturnya.

Kendati demikian, Fajar tidak menampik bahwa media air juga memilki resikonya sendiri yang juga tidak kalah berbahaya, untuk itu dirinya beserta panitia lain sudah melakukan antisipasi.

"Makanya kita beritahu dari awal, kalau yang daftar minimal harus bisa berenang, itu syaratnya. Untuk menghindari kecolongan, kami juga biasanya menyediakan tim penyelamat yang berjaga dipinggir sungai. Mereka berasal dari warga kita juga," kata Fajar.

Selama 10 tahun penyelenggaraan peringatan momen bersejarah ini, Fajar mengaku belum pernah ada peserta yang hanyut dan terbawa arus sungai sedalam 4 hingga 5 meter ini.

"Dulu sih ada yang nekat ikut padahal gak bisa berenang, pas dia kecebur dan kita tahu kalau dia gak bisa, langsung kita sigap nolong dia," imbuhnya.

Di ujung tiang sepanjang 11 meter, telah menanti beberapa hadiah menarik bagi para peserta sebagai pengganti jerih payah usaha mereka dalam memanjat pinang yang nantinya akan dioleskan oli untuk mempersulit tantangan.

"Kami sediakan nanti elektronik, dispenser, sepeda, perabot rumah tangga dan yang lainnya," ungkap Fajar.

Semangat kebersamaan dan kekeluargaan juga mewarnai persiapan panitia dalam menyelenggarakan acara. Dari tahun ke tahun anggaran pagelaran ini berasal dari patungan warga sekitar.

"Ini bambu saja harganya 1,5 juta perbuah. Kami ada pakai 2 bambu. Terus nanti hadiah yang ada diatas pinang, kurang lebih totalnya 3 juta. Belum lagi kita sediakan tenda dan lomba-lomba lain. Jadi memang ini insiatif warga saja yang saling patungan lah," kata Fajar.

Selain panjat pinang, acara juga akan dimeriahkan dengan perlombaan lain seperti tinju bantal, memasukkan pensil dalam botol dan balam karung yang mayoritas diperuntukkan kepada anak-anak.

"Kalau bapak-bapak yang lomba kurang seru ya, soalnya terlalu gampang bagi kita. Kita kasih ke pemuda sama anak-anak saja dulu deh. Kita yang sudah berumur turun tangan kalau misalnya sampai jam 5 sore besok, itu hadiah (di atas pinang) gak turun," ucapnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved