Minggu, 3 Mei 2026

Menuju DKI Satu

Ahok : Saya tidak bisa Dipengaruhi oleh Parpol Manapun

Jadi saya nggak pernah takluk sama parpol manapun. Saya hanya takluk pada kepentingan rakyat,

Tayang:
Penulis: Mohamad Yusuf |
Warta Kota
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggendok bocah usai peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Jalan Pasir, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (17/5/2016). 

WARTA KOTA, BALAIKOTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, hingga kini belum mendeklarasikan untuk maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

Ia mengaku akan segera melakukan deklarasi dan memutuskan untuk maju lewat jalur parpol maupun independen.

Namun, Ahok sendiri menegaskan bahwa dirinya tidak bisa dipengaruhi oleh parpol manapun untuk keputusannya tersebut.

"Nggak ada risiko politik (untuk maju lewat parpol), nggak ada hitung-hitungan. Makanya kita cuma ketemuan. Ini soal harga menghargai saja. Saya udah terkenal tidak bisa dipengaruhi oleh parpol manapun," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (19/7/2016).

Ahok pun menceritakan saat dirinya masih tergabung dalam beberapa parpol. Jika tidak sejalan dirinya maka ia tak segan untuk keluar dari parpol.

"Dulu saya sekjen partai PIB (Partai Indonesia Baru) lho dulu. Begitu udah nggak cocok, aku berhenti aja keluar dari partai. Dari gerindra nggak cocok sama pikiran saya, saya berhenti aja. Jadi saya nggak pernah takluk sama parpol manapun. Saya hanya takluk pada kepentingan rakyat," katanya.

Karena itu, selama parpol sudah tidak mengikuti kepentingan rakyat, Ahok mengaku akan langsung keluar.

Kini dirinya pun masih tetap mendapatkan dukungan maju pada Pilgub DKI 2017 melalui perolehan 1 juta KTP. Bahkan, tiga parpol yang mendukungnya.

"Bagi saya independen, satu cara untuk membuat partai politik menilai kamu mau ikut kehendak rakyat atau tidak. Saya ada sejuta nih. Nah kira-kira kamu parpol mau ikut rakyat atau tidak? Kalo kamu mau ikut rakyat ya dukung dong. Kan ternyata ada tiga parpol yang mendukung tanpa syarat," katanya.

Dengan adanya tiga parpol yang mendukung, yaitu Golkar, Nasdem, dan Hanura, kini Ahok meminta Teman Ahok mempertimbangkan kepercayaan parpol tersebut.

"Sekarang kan ada pertimbangan Teman Ahok ini kalau ada kepercayaan parpol. Toh parpol ini kan parpol yang harus diapresiasi. Semua parpol ketakutan jangan dukung independen, dan tiga parpol ini nekat tetap dukung. Ini yang saya katakan ke Teman Ahok dan parpol, coba kamu pikirin deh," katanya.

Meski nantinya maju melalui jalur parpol, menurut Ahok tidak akan masalah pada Teman Ahok. Pasalnya, yang terpenting bagi Teman Ahok, dirinya maju pada pencalonan Pilgub DkI.

"Kalau banyak yang kecewa, ya makanya saya mengajak duduk bareng, mereka, Teman Ahok dari dulu nggak mempermasalahkan, bagi teman Ahok yang penting, maju. Waktu itu, asumsi mereka pertama tidak ada partai yang mau medukung. Kan sekarang ada tiga nih, nah mau repot-repot apa? Saya udahh ketemu dulu Teman Ahok. Itu kan udah jadi tim sukses," katanya.

Namun, ia juga menjelaskan, jika nantinya maju lewat independen, maka pihaknya akan mencari pendanaan melalui sumbangan. Agar operasional Teman Ahok tetap berjalan.

"Siapa yang mau jadi saksi di TPS tanpa dikasih uang transpor dan uang makan. Yang butuh uang makan, nanti dikirimin makan karena nggak sempet beli makanan, ada berapa orang. Yang butuh uang transport mau ke TPS berapa orang. Kan dari situ udah lumayan gratis. Duit dari mana gue nggak ada duit. Duit gue pas-pasan. Kaya gue kaya aja hahaaha," katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved