Napi Kabur
Tenda Besar di Rutan Salemba Pembawa Petaka
Setelah itu dia mengajak istrinya pergi ke sebuah sudut gelap, terpojok dan ramai dikelilingi penjenguk.
WARTA KOTA, SEMANGGI - Anwar hanya berbincang selama 1 jam dengan istrinya di hari pelariannya dari Rutan Salemba, Kamis (7/7/2016).
Setelah itu dia mengajak istrinya pergi ke sebuah sudut gelap, terpojok dan ramai dikelilingi penjenguk.
Saat jam besuk Lebaran hari kedua, pihak Rutan memang menyediakan sebuah tenda besar di lapangan Gazebo.
Satu-satunya lapangan paling besar di tengah Rutan.
Tenda besar itu memanjang di salah satu sisi lapangan.
Menyediakan tempat bagi penjenguk untuk menggelar tikar, membuka makanan khas lebaran, dan menyantapnya bersama keluarga. Teduh dan gelap.
Dari sekian banyak penjenguk, hanya istri Anwar saja yang datang dengan tangan kosong di hari Lebaran.
Tanpa opor ayam, sayur ketupat, ataupun sambal goreng dan duduk dibawah tenda sambil melihat penjenguk lain makan.
Dia hanya membawa sebuah tas berisi jilbab dan gamis.
Barang-barang itu sudah dilihat oleh petugas jaga. Tapi tak satupun sadar.
Alasannya Rutan terlalu penuh pengunjung, mencapai 4.000 pembesuk.
Tenda inilah pembawa petaka bagi Rutan akibat kaburnya Anwar.
Tenda ini membuat seluruh sisi dibawah tenda gelap. Seluruh orang jadi siluet di dalam tenda.
Petugas jaga di pintu jaga ataupun mereka yang berada di luar batas tenda tak akan bisa melihat siapapun di dalam tenda dengan jelas.
Penyebabnya cahaya yang kontras antara dibawah tenda dengan diluar tenda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160717-rutan-salemba_20160717_194828.jpg)