Meilly Indrasari : Seriusi Hobi Merajut, Hasilkan Jutaan Rupiah
Sudah tiga tahun ini Meilly menseriusi hobinya dan menjadikan ladang usaha sampingan sebagai seorang ibu rumah tangga.
Penulis: Ign Agung Nugroho |
WARTA KOTA, PALMERAH - Anda ibu rumah tangga yang punya hobi merajut? Nah, dari hobi itu, bila Anda tekuni bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan.
Hal itu pun telah dibuktikan Meilly Indrasari (43). Dia adalah pemilik usaha aneka kreasi rajutan dengan label Mei'My Crochet.
Sudah tiga tahun ini Meilly menseriusi hobinya dan menjadikan ladang usaha sampingan sebagai seorang ibu rumah tangga.
Aneka kreasi dari hasil rajutannya, antara lain, tas, syal, dompet koin, tempat make up, penutup tempat tisu, taplak meja, dan lainnya.
Bahan benang rajutan dipergunakannya, antara lain, benang poly, nilon, akrilik, dan katun.
"Sekarang yang paling banyak yang costumer order tas dan syal. Kalau dompet koin dan yang kecil-kecil saya kerjakan pas waktu agak senggang aja. Alhamdulillah juga, dari yang saya buat saat lagi nyantai, kalau sudah jadi, saya uploud di medsos (media sosial) langsung banyak yang minat juga," kata Meilly kepada Warta Kota baru-baru ini.
Cerita ibu tiga anak ini, membuat kreasi rajutan awalnya hanya sekadar untuk mencari kesibukan saat menjalankan ibadah puasa.
"Waktu itu puasa tiga tahun lalu. Kebetulan saya hobi buat rajutan walaupun hanya sekadar bisa aja. Waktu itu saya buat tas. Pas jadi saya aploud di medsos, ternyata responnya banyak yang bilang bagus. Bahkan ada yang mau pesan. Dari situ saya langsung terpikir untuk menseriusi buat rajutan," kenang Meilly.
Bahkan, untuk mengasah ketrampilannya merajut, perempuan kelahiran Jakarta 10 Mei 1973 itu memutuskan ikut kursus singkat merajut.
"Saya ikut kursus singkat (merajut) di daerah Pasar Pondok Labu. Waktu itu bayar Rp 75.000 dan dapat benang untuk latihan buat rajutan," kenangnya.
Singkat cerita, dari relasinya saat ikut kursus singkat, iapun mendapat order lima tas rajutan. Saat itu, satu tas dihargai Rp 375.000.
"Dari situ saya makin semangat karena hasil karya saya ternyata berharga. Dari situ Alhamdulillah mulai lumayan banyak yang pesan," ungkapnya. Meilly.
Saat ini aneka kreasi tas rajutan Meilly dibanderol mulai kisaran Rp 375.000 - Rp 575.000. Untuk syal Rp 375.000 - Rp 400.000. Sedangkan pernak pernik seperti dompet koin, perlengkapan make up mulai dari Rp 50.000 - Rp 175.000.
Untuk memasarkan aneka kreasinya itu, Meilly menggunakan jejaring media sosial, seperti facebook, istagram, foto profil di ponselnya.
"Karena semua saya kerjakan sendiri. Hanya dengan promosi melalui medsos saja, saya kadang keteteran menerima order. Karena ini kan handmade jadi perlu waktu untuk pengerjaannya," katanya.
Dia mencontohkan, untuk satu tas perlu waktu satu - dua minggu pengerjaannya.
"Biasanya saya kerjakan bersamaan. Misalnya, ada pesanan lima tas. Saya kerjaan bisa bersamaan. Jadi sebagian-sebagian. Supaya saat selesai bisa bersamaan," katanya.
Disinggung soal omzet, dalam sebulan dari hasil kreasi rajutan yang dia kerjakan sendiri, Meilly mengaku dalam sebulan dapat mengantongi kisaran Rp 4.000.000 - Rp 4.500.000.
"Alhamdulillah lumayan buat jajan anak-anak. Apalagi saya sebagai ibu rumah tangga. Biarpun di rumah tetap punya penghasilan tambahan," kata istri Andi Jaya Prana yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Dia menambahkan, menggeluti bisnis kerajinan rajutan ini tidak perlu modal besar. Cukup modal benang dan kreativitas.
"Untuk satu tas, modal beli benang untuk rajutan habis sekitar seratusan ribu.
Harga tas rajutan jadi lumayan mahal karena semua buatan tangan. Istilah yang diapresiasi kreasi seni merajutnya," kata Meilly yang menggarap semua pesanan di kediamannya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan.
Dari pengalamannya menekuni seni merajut, Meilly memberikan kiat bagi para ibu rumah tangga yang ingin mencoba menggeluti seni merajut.
Untuk pemula yang ingin belajar merajut, awalnya memang agak sulit dan rumit. Akan tetapi, Meilly sarankan jangan cepat putus asa.
"Kalau terus mencoba Insya Allah pasti akan bisa. Namanya belajar ada prosesnya," katanya.
Kursus singkat merajut bisa menjadi salah satu solusinya. "Karena kita belajar memang sama ahlinya," katanya.
Selain itu, bisa sudah bisa merajut, untuk mengembangkan kreasi merajut, misalnya pola-pola merajut, bisa cari di internet.
"Waktu itu saya juga juga melakukan hal yang sama. Dari situ baru kita kreasikan sendiri," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160717-meilly-indrasari_20160717_175210.jpg)