Berita Heboh

Bocah Obesitas Suka Mi Instan dan Minuman Kemasan

Bocah obesitas makan 4 kali sehari. Ia juga kerap mengonsumsi mi instan. Minumnya minuman kemasan.

Editor: Suprapto
dok.Warta Kota
Arya Permana (10 tahun), bocah asal Karawang yang mengalami obesitas yang sangat berlebih, akhirnya ditangani tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. 

WARTA KOTA, KARAWANG— Saat lahir, Arya Permana lahir dengan berat badan normal, yakni 3,8 kg. Seperti anak lainnya, tidak ada yang aneh dengan tumbuh kembang Arya. Namun kemudian ada yang berbeda.

"Dari usia 4 ke 5 tahun, tumbuh cukup drastis. Pada umur 8 ke 10, naik 72 kg," kata ayah Arya, Ade Somantri, dalam konferensi pers di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Senin (11/7).

Ade menjelaskan, sebelum konsultasi ke dokter, anaknya bisa makan 4 kali sehari. Ia juga kerap mengonsumsi mi instan. "Kalau mengonsumsi mi instan, makan nasinya berkurang. Jadi mi instan sebagai pengganti nasi," ucapnya.

Namun, anaknya sering kesulitan tidur. Ketika susah tidur, Arya kerap meminum minuman kemasan rasa jeruk. Selama 24 jam, anaknya bisa mengonsumsi 20 gelas minuman kemasan.

Menurut Ade, anaknya akan menangis hingga berguling-guling jika kemauannya minum minuman kemasan tidak dipenuhi.

Setelah berkonsultasi dengan dokter, orangtua Arya membatasi asupan makan sang anak. Dalam sehari, anaknya makan maksimal tiga kali. "Kalau masih lapar, dikasih pisang dan apel merah. Bisa 6 pisang dan 3 butir buah apel," ucapnya.

Sesak napas

Ketua Tim Penanganan Pasien Arya, dr Julistyo TB Djais, SpA(K) mengatakan, saat ini, berat badan Arya mencapai 189,5 kg. "Keluhan sesak napas yang dirasakan terjadi sejak satu tahun sebelum masuk RS," ucapnya.

Dengan bobot sedemikian besar, Arya hanya mampu berjalan sejauh 30 meter. Ia juga sulit berdiri, berjalan, dan berpakaian sendiri. Tidurnya pun hanya bisa telungkup.

"Karena keluhannya, Arya sempat dibawa berobat ke puskesmas setempat dan disarankan untuk diet. Namun, karena tidak ada perbaikan kondisi, Arya dirujuk ke RSHS oleh Kadinkes (Karawang)," kata Julistyo.

Selama ini Arya makan 4-5 kali sehari sebanyak 2 porsi, lauk 1 potong, dan sayur 1 porsi.

Ia makan mi instan tiap hari, sekali makan 2 bungkus. Arya juga gemar mengonsumsi minuman kemasan manis sebanyak 20 kotak sehari dan es krim.

Total kalori yang dikonsumsi dalam sehari menurut dietary recall mencapai 6.000 KKal sebelum dilakukan diet. Tiga bulan terakhir setelah dilakukan diet, jumlah yang dikonsumsi 3.000 KKal.

Sejak 4 bulan lalu, Arya di­sarankan diet dan berat badan penderita turun 4 kg. "Sempat cuti perawatan karena Lebaran, sekarang berat badannya naik lagi," kata Julistyo.

Untuk itu, salah satu tugas tim dokter adalah mendidik orangtua untuk menjalani program yang sudah berlangsung di rumah sakit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved