Selasa, 21 April 2026

Inilah Catatan Kelam Densus 88 di Bawah Kepemimpinan Tito Karnavian

Inilah catatan penting untuk menjadi bahan kritik jika nanti Tito Karnavian jika terpilih menjadi Kapolri.

Editor: Suprapto
Warta Kota
Tim Densus 88 menggeledah rumah terduga teroris pemboman sarinah 

WARTA KOTA, PALMERAH— Presiden Joko Widodo menunjuk Komjen Tito Karnavian sebagai calon  Kapolri untuk menggantikan Jenderal Badrodin Haiti.

Semasa berkiprah di kepolisian, Tito  berpengalaman di bidang terorisme.

Dia berhasil menangkap teroris Azahari Husin dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, membongkar orang-orang di balik konflik Poso dan penumpasan jaringan terorisme pimpinan Noordin Mohammad Top tahun 2009.

Tak lama setelah itu, Tito dipromosikan menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Polri.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mencatat beberapa sisi kelam Densus saat dipimpin Tito.

Berdasarkan catatan Kontras tidak sedikit kasus terorisme yang memiliki indikasi adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Wakil Koordinator Kontras Puri Kencana Putri mengatakan selama ini Polri tidak pernah memiliki mekanisme evaluasi atas penanganan Densus 88 terhadap terduga teroris.  

Inilah catatan penting untuk menjadi bahan kritik jika nanti Tito terpilih menjadi Kapolri.

1. Penggerebekan Jalin Jantho

Kasus pertama, penggerebekan kelompok teroris di Pegunungan Jalin Jantho, Provinsi Aceh awal tahun 2010.

Saat itu Polisi menduga tempat tersebut merupakan lokasi latihan militer teroris kelompok Jamaah Islamiyah.

Dalam penggerebekan polisi berhasil menangkap tiga orang tersangka dan beberapa barang bukti.

Menurut Puri tidak terdapat tindakan perlawanan dari para tersangka, namun seorang warga sipil bernama Kamaruddin (37 tahun) tewas tertembak dan dua warga lainnya juga mengalami luka akibat tembakan dari pihak Densus 88.

Selain di Pegunungan Jalin Jantho, penyergapan teroris Aceh terus dilakukan di beberapa tempat seperti Lamkabeau, Pidie, Lhokseumawe, Leupang, Banda Aceh, Seulawah, dan Meulaboh.

Dari penyergapan-penyergapan tersebut, lima orang tewas tertembak, satu orang luka tembak, 28 orang ditahan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved