Ramadan 2016
Ini Penyebab Kebakaran Meningkat di Ramadan, Selain Karena Petasan dan Kembang Api
"Jadi kami imbau warga yang mudik, memeriksa segala sesuatunya di rumah terutama stop kontak listrik dan sambungan arus listrik lainnya sebelum mudik,
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK -- Kasus kebakaran di bulan Ramadan di Kota Depok biasanya meningkat 50 persen dibanding bulan biasa.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, selain karena maraknya petasan dan kembang api.
Kepala Dinas Damkar Depok Yayan Ariyanto, menuturkan beberapa faktor yang menyebabkan kebakaran meningkat di bulan Ramadan.
Pertama kata dia karena maraknya petasan dan kembang api di bulan Ramadan. "Petasan dan kembang api jadi ancaman utama kebakaran di bulan Ramadan," kata Yayan.
Lalu kata dia sepekan menjelang Lebaran banyak rumah yang ditinggalkan warga yang mudik.
Rumah-rumah ini rentan terjadi kebakaran jika penghuni rumah lupa mematikan atau mencabut stop kontak listrik pada alat elektronik dan hal lainnya.
"Jadi kami imbau warga yang mudik, memeriksa segala sesuatunya di rumah terutama stop kontak listrik dan sambungan arus listrik lainnya sebelum mudik," kata Yayan.
Selain itu kata dia, faktor lainnya adalah human error berupa keterburu-buruan warga saat hendak tarawih di Ramadan.
"Seperti contoh bulan puasa lalu di Gandul, seorang ibu lupa cabut setrika karena terburu-buru sholat tarawih. Juga di Bojongsari, warga lupa mematikan kompor yang sedang masak air, karena ditinggal tarawih," kata Yayan.
Karenanya kata dia sikap terburu-buru dan tertidur pada saat bulan Ramadan juga menjadi salah satu faktor terjadinya kebakaran.
"Untuk antisipasi itu dan jika terjadi kebakaran rumah yang terbakat melua Kita siagakan 98 personel standby 24 jam. Alhamdulilah, untuk Ramadan kali ini belum ada kasus," kata Yayan.
Ia juga menduga sangat mungkin kebakaran di Ramadan kali ini juga trennya meningkat dibanding bulan biasa, seperti Ramadan sebelumnya.
"Trend-nya di Ramadan memang cenderung meningkat, tahun ini juga kemungkinan bisa meningkat," katanya.
Lebih lanjut, Yayan mengimbau, agar masyarakat dapat melengkapi rumah mereka dengan Alat Pemadam Api Ringan (Apar).
Sehingga katanya jika terjadi kebakaran bisa cepat ditangani sendiri dahulu, sehingga api tidak membesar dan menghanguskan seluruh rumah dan rumah tetangga lainnya.