Kamis, 9 April 2026

Transportasi Jakarta

Lajur Cepat Jalan Semanggi Akan Ditutup karena Proyek Jembatan

Dishub dan Transportasi DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas terkait pembangunan simpang susun Semanggi, Jakarta Selatan.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Suprapto
Wartakotalive.com/Mohamad Yusuf
Dishub dan Transportasi DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas terkait pembangunan simpang susun Semanggi, Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, SEMANGGI-- Proses pengerjaan pembangunan flyover Semanggi, Jakarta Selatan, hingga kini masih berlangsung. Saat ini, telah masuk kegiatan pengembangan simpang susun Semanggi.

Di lapangan masih melaksanakan pekerjaan bored pile. Karena itu, dilakukan rekayasa lalu lintas selama proyek tersebut berlangsung.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Priyono.

"Dalam rangka pembangunan konstruksi jembatan susun Semanggi, maka terdapat jalan yang direncanakan akan ditutup, yaitu di seluruh jalan pada jalur cepat (jalur atas) simpang susun Semanggi, baik ke arah Bundaran HI ke Cawang, arah Blok M ke Grogol, arah Grogol Bunderan HI, dan arah Cawang ke Blok M," kata Priyono, ketika dihubungi Warta Kota, Selasa (7/6/2016).

Untuk MRLL yang diperlukan, lanjut Priyono, terdiri atas beberapa rute, yaitu manajemen lalu lintas pergerakan arah Bundaran HI-Cawang. 

Guna mengurangi gangguan terhadap pergerakan lalu lintas menerus arah Bunderan HI-Cawang, maka dilakukan optimalisasi jumlah lajur pada area sekitar mulut terowongan dari 2 lajur menjadi 3 lajur.

Optimalisasi lajur dilakukan dengan melakukan pelebaran jalan diatas saluran tertutup dan pelebaran jalan ke sisi trotoar sepanjang 30 meter. Dengan tetap mempertahankan lebar trotoar yang da.

Kemudian, penggeseran seperti di depan akses Plaza Semanggi di Jalan Gatot Subroto.

"Untuk Manajemen lalin dari arah Blok M-Grogol, dilakukan dari sekitar mulut terowongan dari 2 lajur menjadi tiga lajur," katanya.

Lalu, pelebaran jalan ke sisi trotoar sepanjang 30 meter dengan mempertahankan trotoar minimal 1,5 meter.

Selain itu, juga dilakukan pelebaran jalur lambat segmen terowongan-Jalan Jendral Gatot Subroto.

"Dari satu lajur kami tingkatkan menjadi dua lajur dengan lebar 7 meter. Juga dilakukn pelebaran ke sisi trotoar sepanjang kurang lebih 100 meter dengan mempertahankan lebar trotoar minimal 1,5 meter," katanya.

Kemudian, untuk manajemen lalin dari arah Cawang-Blok M, dilakukan optimalisasi lajur di setelah keluar terowongan. Dari dua lajur menjadi tiga lajur.

"Juga dilakukan pelebaran jalur lambat segmen Jalan Jendral Gatot Subroto-Terowongan. Dari satu lajur menjadi dua lajur dengan lebar 7 meter. Pelerbaran juga dilakukan ke sisi trotoar sepanjang 100 meter dengan mempertahankan trotoar minimal 1,5 meter," jelasnya.

Bored Pile

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved