Citizen Journalism
Ketimpangan Ramadan Effect
Bulan ramadan juga akan mendatangkan efek yang pasti akan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia, yang kemudian kita sebut sebagai ramadan
Inflasi dapat diartikan kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus menerus.
Setidaknya beberapa indikator yang harus dipenuhi untuk mengatakan terjadinya inflasi. Paradigma Keynes memandang inflasi dapat terjadi ketika masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuannya.
Peningkatan permintaan akan ekuivalen dengan kenaikan harga-harga.
Hal inilah yang saat ini terjadi di masyarakat kita. Masyarakat seperti membabi buta dalam memenuhi dan membelanjakan kebutuhan mereka selama ramadan dan menjelang lebaran nanti.
Di samping persoalan tingginya permintaan masyarakat, inflasi juga disebabkan karena adanya kelangkaan barang kebutuhan pokok di pasaran akibat adanya penimbunan barang oleh oknum pedagang curang.
Dalam kondisi seperti ini peran pemerintah menjadi sangat dibutuhkan agar masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah tidak semakin tercekik oleh situasi ekonomi yang tidak berpihak kepada mereka.
Untuk menyikapi persoalan inflasi kita selaku pelaku ekonomi dan pemerintah sebagai pemangku kebijakan haruslah bersinergi guna meluruskan ketimpangan pemaknaan ramadan effect.
Pada dasarnya kenaikan harga seperti ini sudah dapat diantisipasi oleh pemerintah karena keadaan ini selalu terjadi setiap tahun.
Pemerintah dapat mengambil langkah-langkah taktis dalam kondisi demikian dengan cara melakukan pemantauan harga di pasar-pasar induk untuk mencegah adanya ketidaksesuaian harga.
Pemerintah juga harus dapat menyediakan stok kebutuhan pokok yang memadai untuk menghindari terjadinya kelangkaan bahan kebutuhan pokok.
Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) juga menjadi sentimen tersendiri untuk menghindari kesewenang-wenangan pedagang dalam menetapkan harga yang tidak masuk akal dan merusak keseimbangan pasar.
Pemerintah harus mampu menjaga kestabilan harga bahan bakar minyak untuk mencegah terjadinya lonjakan harga—harga kebutuhan pokok.
Masyarakat juga harus lebih pintar-pintar dalam menghadapi fenomena seperti ini.
Masyarakat harus mengurangi jumlah konsumsinya dengan cara membeli bahan makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi sehingga jumlah pengeluaran selama bulan ramadan juga tidak membengkak.
Masyarakat jelas harus menahan hawa nafsunya dari sikap konsumtif dan dapat mengalihkannya kepada sektor yang lebih bermanfaat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160607ini-alasannya-harga-daging-tidak-turun-kendati-operasi-pasar-berlangsung_20160607_160913.jpg)