Ramadan 2016
Ini Alasannya Harga Daging Tidak Turun meski Operasi Pasar Berlangsung
Bulog menyediakan sebanyak 2 mobil truk kecil yang dalam sehari mengunjungi sentra-sentra pasar yang berada di kawasan DKI Jakarta sebanyak 2 kali
WARTA KOTA, JATINEGARA - Kenaikan harga daging di saat bulan Ramadan yang terjadi di setiap tahunnya membuat beberapa instansi kepemerintahan berupaya untuk melakukan operasi pasar.
"Kami dari Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan operasi pasar daging sapi, ini merupakan salah satu cara dari pemerintah untuk menurunkan harga yang ada di pasar-pasar," tutur Bagus Setiaji Komersial Perum Bulog Divisi Regional DKI Jakarta di Pasar Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Selasa (7/6).
Penurunan harga, menurut Bagus, tidak dapat langsung terjadi setelah operasi pasar berlangsung.
"Dampaknya belum akan terasa kalau hanya sehari atau dua hari. Prosesnya seperti ini, kita turunkan dulu harganya, kemudian pembeli pasti pada beralih ke kita," katanya.
"Nah kalau sudah begitu kan pasti stok pedagang lokal jadinya banyak tuh. Menumpuknya ketersediaan daging itu lah yang membuat mereka nantinya akan kembali menurunkan harga," kata Bagus.
Untuk itu, Bagus menyatakan operasi pasar seperti ini harus berjalan secara terus menerus di setiap ada lonjakan harga. "Operasi ini akan terus berjalan dari awal bulan puasa sampai h-1 lebaran nanti," ucapnya.
Adapun daging yang dijual pada operasi pasar dari Perum Bulog adalah daging sapi impor bagian paha dan buntut (secondary cut).
Operasi pasar Perum Bulog kali ini memang lebih menyasar kelompok masyarakat menengah kebawah.
Bulog menyediakan sebanyak 2 mobil truk kecil yang dalam sehari akan mengunjungi sentra-sentra pasar yang berada di kawasan DKI Jakarta sebanyak 2 kali.
"Pasarnya bergantian, jam kunjungan kami juga hanya beberapa jam saja," kata Bagus.
Selain operasi pasar yang dilakukan dengan cara berkeliling, Bagus menambahkan Perum Bulog juga menaruh beberapa Dry Box di kelurahan apabila daerah tersebut sedang mengadakan bazar.
Kapasitasnya sendiri, satu truk pengangkut daging biasanya membawa sebanyak 1 ton muatan daging. Sedang satu dry box dapat menampung sebanyak 100-200 kg daging. 1 kg daging sapi paha dijual seharga 80 ribu rupiah.
Selain Perum Bulog, beberapa instansi kepemerintahan juga turut bahu-membahu untuk melakukan operasi pasar.
"Macam-macam ya, ada yang dari Pasar Jaya, Berdikari dan Kementerian Pertanian," ucap Bagus.
Sebagian besar dari mereka menjual bahan-bahan kebutuhan pokok dengan harga yang miring.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160607ini-alasannya-harga-daging-tidak-turun-kendati-operasi-pasar-berlangsung_20160607_160913.jpg)