Citizen Journalism

Kondisi Darurat Pelecehan Anak

Runtutan kasus ini sudah dikatakan darurat bahkan mengganggu stabilitas nasional Indonesia.

WARTA KOTA, PALMERAH - Semenjak mencuatnya kasus pelecehan seksual pada anak di bawah umur yang terjadi di Bengkulu beberapa pekan lalu, bermunculan kasus-kasus serupa yang saat ini menjadi perhatian publik.

Fenomena beruntun dan latah akan kasus ini menciptakan suasana yang tidak kondusif.

Sebab, pelaku tindak pelecehan tak jarang adalah anak di bawah umur. Fenomena ini layakanya gunung es di tengah lautan, hanya terlihat sedikit di atas, namun berakar luas dan kompleks.

Runtutan kasus ini sudah dikatakan darurat bahkan mengganggu stabilitas nasional Indonesia.

Beberapa pihak sibuk menghujat para pelaku dengan berbagai argumentasi.

Pemerintah mengambil jalan dengan merumuskan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait hukum kebiri bagi pelaku kejahan seksual terhadap anak.

Apakah hukuman kebiri ampuh dalam menghakimi para pelaku? Kebiri merupakan tindakan disfungsi atas organ reproduksi.

Namun yang harus kita ketahui, bahwa hasrat akan seks timbul bukan hanya melalui hormon tetapi dapat muncul melalui fantasi orang tersebut.

Kesibukan tiap pihak untuk menghujat para pelaku membuat kita seakan lupa untuk bertanya, mengapa hal ini dapat terjadi?

Apa yang salah dengan masyarakat kita saat ini?

Setiap kasus pasti bemula karena sebab-akibat.

Seharusnya dengan adanya fenomena ini, membuat tiap lapisan masyarakat khususnya pemerintah untuk menelisik lebih jauh akar masalahnya.

Iptek vs Pendidikan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) secara masif tidak bisa dihindari. Terlebih dari pesatnya perkembangan iptek, pastilah akan membawa dampak positif dan negatif.

Di sinilah pendidikan khususnya pendidikan berkarakter penting untuk digalakkan. Arus informasi yang mudah masuk dan diterima karena pekembangan iptek hendaknya berjalan lurus dengan tingkat pendidikan masyarakat.

Sebab dengan demikian, akan menciptakan masyarakt yang dewasa serta mandiri untuk memilah segala arus informasi. Pendidikan menjadi sarana membentuk manusia yang beradab dan berbudaya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved