Rabu, 3 Juni 2026

Tragedi Trisakti Kini Terlupakan

Selasa, 12 Mei 1998 silam menjadi hari berdarah sekaligus bukti bila nasib negara berada di tangan pemuda.

Tayang:
Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
Keluarga besar kampus beserta kerabat korban melakukan tabur bunga saat Peringatan 18 Tahun Tragedi 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, Kamis (12/5/2016). 

Masih berharap

Walau penyelidikan atas kasus Tragedi Trisakti belum berjalan hingga kini, Sunarmi, ibunda dari almarhum Hafidin Royan mengaku akan tetap berusaha mencari keadilan atas kematian anaknya.

Karena dirinya meyakini bila pemerintahan Jokowi saat ini adalah pemerintahan yang tegas dan tidak berpihak.

"Keinginan ibu, diadilin pelaku seadil-adilnya. Permasalahan apa-yang jelas. Kenapa terjadi seperti itu, pasti ada sebabnya. Apapun penyebabnya, kami ingin tahu, sampai hari ini terkatung-katung begitu saja," ungkapnya di sela-sela tabur bunga di Universitas Trisakti, Kamis (12/5/2016).

"Saya berharap pak Jokowi bisa merasakan perasaan kami sebagai orangtua, sebagai orang yang ditinggalkan anaknya. Saya optimis bila pemerintahan pak Jokowi adalah pemerintahan yang bersih, tidak terpengaruh apapun. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan, siapa (pelaku) dan kenapa, itu saja," ujarnya berharap.

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved