Ini Rekayasa Kendaraan Saat Pengerjaan Terminal Terpadu Depok Dilakukan
Dishub Kota Depok tengah melakukan sejumlah persiapan menjelang dimulainya pengerjaan Terminal Terpadu Kota Depok, dalam waktu dekat ini.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok tengah melakukan sejumlah persiapan menjelang dimulainya pengerjaan Terminal Terpadu Kota Depok, di Jalan Margonda, dalam waktu dekat ini.
Persiapan berupa rekayasa pengalihan arus kendaraan di dalam terminal dan menyiapkan lahan terminal sementara dimaan akan menggunakan halaman Stasiun KA Depok, yang berada di belakang terminal.
Hal itu dikatakan Kepala Dishub Depok, Gandara Budiana, kepada Warta Kota, Kamis (12/5/2016). "Kita sedang lakukan persiapan semuanya untuk dimulainya pengerjaan terminal terpadu," kata Gandara.
Selain arus kendaraan dalam terminal yang akan direkayasa, kata Gandara, petugasnya mengaku sudah siap untuk melaksanakan rekayasa kendaraan di sana.
Sehingga nantinya pintu keluar terminal, untuk sementara tidak lagi di Jalan Margonda seperti sekarang ini, tetapi di Jalan Arif Rahman Hakim.
Meski begitu, Gandara mengaku belum tahu pasti kapan pengerjaan Terminal Terpadu Depok senilai Rp 1,3 Triliun tersebut mulai dilakukan oleh pihak investor sekaligus pengembang yakni PT Andyka Investa. "Semuanya tergantung kontraktor, dan kami siap mendukung pengerjaannya," katanya.
Sementara itu Juru Bicara PT Andyka Investa, Muttaqin, menuturkan dari hasil koordinasi dengan Pemkot Depok yakni Dishub Depok, pembangunan awal terminal akan dimulai dengan membuat jalan utama di dalam terminal selebar 12 meter dan sepanjang sekitar 250 meter, untuk pengalihan arus kendaraan atau rekayasa kendaraan di dalam terminal.
"Termasuk jembatan penghubungnya yang ada di belakang ITC Depok. Jika semuanya rampung, barulah bangunan utama terminal yang terkoneksi dengan Stasiun KA kita bangun," kata Muttaqin.
Jalan utama itu, katanya, terbentang dari pintu masuk utama terminal di Jalan Margonda, Depok, hingga menembus ke halaman Stasiun KA Depok di belakang terminal.
Dengan begitu, kata dia jalan utama sementara akan menghubungkan terminal dengan stasiun KA.
Dari jalan utama itu, kata dia, juga menghubungkan dengan pintu keluar terminal sementara, ke Jalan Arif Rahman Hakim.
Karenanya, kata dia, jalan utama itu nantinya akan berfungsi untuk pengalihan arus kendaraan, saat konstruksi awal bangunan terminal mulai dibangun.
Biasanya pintu masuk dan pintu keluar kendaraan dari dan ke terminal ada di sisi Jalan Margonda yang berdampingan.
"Nantinya dengan jalan utama ini maka pintu keluar terminal, diarahkan ke Jalan Arif Rahman Hakim di sisi utara terminal. Sementara pintu keluar di Jalan Margonda ditutup dan digunakan untuk keluar masuk alat berat yang membawa material pembangunan," katanya.
Jadi, tambah Muttaqin, angkutan yang keluar dari terminal tidak lagi melalui pintu keluar di Jalan Margonda tetapi di Jalan Arif Rahman Hakim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160209terminal-terpadu-diyakini-jadi-ikon-baru-kota-depok_20160209_080516.jpg)