Citizen Journalism
Long March Buruh Menuju Era Kompetisi
Long march telah menjadi ritual sakral di hari buruh.
WARTA KOTA, PALMERAH - Saya melihat seorang pria berkemeja rapi, duduk di pinggir trotoar sambil menyodorkan selembar tulisan, “Supir, mencari pekerjaan”.
Masih banyak kasus menyedihkan lain dalam dunia buruh seperti upah rendah, jam kerja kejam, “perbudakan” modern (sweatshop) dan ancaman PHK. Narasi “di balik meja” mungkin sama kompleksnya dengan realitas di atas pusaran kompetisi global yang semakin kuat menyedot para pelaku usaha untuk bertarung dalam proses seleksi alam.
Buruh sebagai Partner
Akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, perkembangan sains berkembang memicu revolusi industri.
Kaum kapitalis lahir, tercipta konflik kelas (Marx) dimana kaum buruh tak dapat lagi“menamai” hasil karyanya.
Kini, zaman berubah. Sekat ruang waktu semakin relatif seiring pesatnya inovasi dunia digital.
Legitimasi rakyat pun semakin kuat seiring matangnya demokrasi. Karenanya, makna kapital pun berkembang, bukan hanya soal modal finansial. Creating values menjadi kunci.
Dalam arena kompetisi abad ini, single fighter sulit menang.
Pola pertarungan telah berubah menjadi team fighting, co-working economy.
Lihat saja pukulan telak perusahaan berbasis online dengan strategi kemitraan yang membuat bisnis konvensional dengan modal besar megap-megap.
Lihat juga sepak terjang korporasi teknologi yang mengutamakan inovasi dan kualitas pekerjanya.
Oleh karena itu, perspektif materialis buruh sebagai “alat kerja” semata sudah usang.
Lebih dari sekadar logika hitungan “beban gaji”, buruh adalah bagian dari value creator.
Raksasa seperti Toshiba dan Panasonic kolaps bukan karena upah buruh, melainkan kompetisi global.
Maka, Perusahaan tak perlu paranoid akan kebangkrutan untuk menyejahterakan buruhnya.
Keadilan, kesejahteraan dan peningkatan kualitas kompetensi pekerja adalah kebutuhan bagi kelangsungan hidupnya sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150901photo-breaking-news-warna-warni-demo-buruh-di-jakarta_20150901_150315.jpg)