Jumat, 5 Juni 2026

Liga Indonesia

Liestiadi: Ini Buah Kerja Keras dan Kedisiplinan Pemain

Gresik United berhasil menjawab keragu-raguan publik dengan mengalahkan Persela Lamongan dengan skor 1-0 dalam laga perdana di ISC A 2016

Tayang:
Penulis: Sigit Nugroho |
Tribunnews.com
Liestiadi dan skuat Gresik United saat berlatih. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Gresik United berhasil menjawab keragu-raguan publik dengan mengalahkan Persela Lamongan dengan skor 1-0 dalam laga perdana di Indonesia Soccer Championship A (ISC A) 2016 di Stadion Surajaya, Sabtu (30/4).

Pelatih Gresik United, Liestiadi mengatakan, keberhasilan mendapatkan poin penuh saat dijamu Persela itu sebagai buah kerjas keras dan kedisiplinan Yusuf Effendi dan kawan-kawan.

"Awalnya kami tidak dijagokan bisa mendapatkan poin di kandang Persela. Tetapi berkat kerja keras dan kedisiplinan anak-anak, Gresik berhasil menunjukan hasil yang di luar dugaan. Saya merasa puas dengan penampilan seluruh pemain. Semoga performa ini bisa makin ditingkatkan, terutama di laga kedua saat kami menjamu Perseru Serui nanti," kata Liestiadi kepada Super Ball, Senin (2/5).

Menurut Liestiadi, laga kedua nanti justru menjadi laga sesungguhnya bagi pasukan Kebo Giras, julukan Gresik United.

"Kalau kemarin, kami bisa dapat kemenangan, karena anak-anak main lepas. Menjamu Perseru, saya berharap anak-anak lebih tenang lagi. Tetap menjaga komunikasi, kerjasama, dan kesidiplinan. Pasalnya Perseru tidak mau hanya mencuri poin. Mereka juga pasti mengincar poin penuh. Jadi jangan remehkan mereka," ujar Liestiadi.

Liestiadi meminta anak asuhnya agar tidak jumawa dengan hasil bagus di laga pembuka menghadapi Persela.

"Jangan sampai keadaan terbalik. Kami menang di lawag away, tetapi gagal dapat tiga poin di kandang sendiri. Oleh karena itu, pemain jangan jumawa dulu. Laga home nanti, justru akan lebih berat. Karena setiap tim pasti akan menargetkan poin penuh di kandangnya sendiri. Anak-anak harus bisa mewujudkannya. Jangan sampai gagal," ucap Liestiadi.

Liestiadi menerangkan seluruh pemainnya siap diturunkan pada laga nanti.

"Seluruh pemain dalam kondisi baik dan siap diturunkan. Tidak ada pemain yang cedera. Kami bertekad mengulangi keberhasilan, karena kami ingin terus mengumpulkan poin demi poin di setiap laga yang dijalani selama ISC A," terang Liestiadi.

Oleh karena itu, Liestiadi akan benar-benar memanfaatkan waktu reocvery ini untuk menyiapkan tim sebaik-baiknya.

"Kami harus bisa tampil lebih prima, baik dari sisi stamina dan taktikal. Pemain Perseru dikenal memiliki stamina yang baik. Itu menjadi ancaman, jika pemain Gresik tidak siap menghadapinya. Oleh karena itu, di sisa waktu yang ada ini, saya terus memperbaiki kekurangan tim. Kami tidak mau terlalu euforia setelah mengalahkan Persela. Target kami berikutnya adalah jangan sampai gagal di kandang sendiri," tutur Liestiadi.

Selain itu, Liestiadi berharap pertandingan bisa dipimpin oleh wasit yang lebih baik dibanding saat timnya mengalahkan Persela.

"Kami senang bisa dapat poin penuh di laga awal, tetapi saya berharap jangan sampai pertandingan dipimpin oleh pelatih kemarin (Dodi Setia asal Indramayu). Wasit harus bisa lebih baik lagi, agar setiap tim tidak merasa dirugikan," jelas Liestiadi.

Pelatih asal Medan itu, menyayangkan keputusan wasit yang tak memberikan penalti di penghujung babak pertama. Padahal saat itu Oh In-Kyun dilanggar Eky Taufik di kotak terlarang.

"Wasit jelas memihak ke tuan rumah. Jelas ada satu penalti tadi. Mudah-mudahan wasit coba memperbaiki diri. Ini harus menjadi perhatian penyelengga dalam menunjuk wasit. Jangan sampai kualitas turnamen ini dinodai oleh wasit-wasit seperti ini. Profesionalitas pelatih di ISC A harus benar-benar diperhatikan lagi," papar Liestiadi. (get)

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved