Senin, 20 April 2026

Akhir Tragis Koran Parpol yang Bersejarah Dikabarkan Tutup

Pengumuman Suara Karya ditutup menambah panjang deretan media massa yang gulung tikar di Indonesia.

KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ilustrasi Ketua DPR, Ade Komaruddin yang juga calon Ketua Umum Partai Golkar. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sebuah pesan berantai terkait koran Suara Karya beredar dengan cepat.

Sejumlah karyawannya membenarkan kabar mengagetkan tersebut, namun mereka menolak dikutip namanya.

Berikut ini kabar yang menyebutkan bahwa Suara Karya telah gulung tikar.

Kalangan media massa di Indonesia selalu berkeyakinan, Suara Karya akan tetap hidup sepanjang Golkar masih ada.

Namun demikian, Koran Suara Karya akan terbit terakhir kalinya pada 2 Mei 2016.

Kematian yang mengenaskan karena matinya Suara Karya itu diberitahukan secara mendadak ke karyawan dan awak redaksinya pada rapat Kamis (28/4/2016) sore.

Ada pula Dana Hari Tua Karyawan (DHT) yang tidak disetorkan oleh perusahaan sejak 2006 sesuai UU Ketenagakerjaan.

Apakah kematian ini sudah diskenariokan oleh para elit Suara Karya dan Partai Golkar untuk menghindari kewajibannya sebagai sebuah perusahaan?

RIP Suara Karya

Demikian pesan berantai yang di antaranya diedarkan oleh kalangan internal Suara Karya melalui Whats App (WA).

Ditutupnya Suara Karya menambah panjang daftar surat kabar yang ditutup, setelah di awal tahun, Sinar Harapan ditutup baik edisi cetak maupun edisi online mereka.

Sejumlah kalangan menyampaikan keprihatinan mendalam terkait tumbangnya sejumlah perusahaan media massa di Indonesia.

Sejumlah pihak, khususnya dunia pers di Indonesia merasa berduka dengan kepergian sejumlah media massa di Indonesia, yang dianggap terjadi akibat semakin sulitnya bisnis media massa di Indonesia karena tingginya biaya produksi, tapi tidak dibarengi dengan pendapatan iklan yang lebih baik.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved