Koran Warta Kota
Transjakarta Kalideres-Bekasi Cuma Rp 3.500
PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), mulai Senin (25/4) ini menambah enam rute perjalanan bus antara lain ke Bekasi dan Depok.
WARTA KOTA, PALMERAH-- PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), mulai Senin (25/4) ini menambah enam rute perjalanan bus antara lain ke Bekasi dan Depok. Dengan tarif Rp 3.500, warga Jakarta bisa naik TransJakarta dari Kalideres sampai Bekasi Timur.
"Benar kami tambah enam rute baru dari Bekasi dan Depok, ke Jakarta. Penambahan rute ini sesuai dengan kebutuhan penumpang dari daerah penyangga yang bekerja di Jakarta," kata Prasetia Budi, Kepala Humas PT TransJakarta, ketika dihubungi Warta Kota, Minggu (24/4). Keenam rute itu yaitu Bekasi MM (Metropolitan Mall)-Bundaran HI, Bekasi MM-Tanjungpriok, Bekasi Timur-Grogol, Lebak Bulus-Kota, Lebak Bulus-TU Gas JIEP, dan Universitas Indonesia-Manggarai.
Untuk memenuhi rute baru itu, lanjut Pras, pada tahap pertama pihaknya akan menurunkan masing-masing lima unit bus. Nantinya, di masing-masing rute, total bus yang dioperasikan secara bertahap jumlahnya menjadi 15 unit. "Untuk jam operasi, seperti koridor lainnya, yaitu sejak pukul 05.00 sampai pukul 23.00. Tarifnya juga masih sama, yaitu Rp 3.500," katanya.
Sementara untuk sistem pembayarannya, karena halte atau tempat persinggahan bus belum seluruhnya siap, maka pihaknya akan menyiapkan bus dengan mesin tapping. "Pembayarannya, bisa langsung di dalam bus. Kami pasang mesin tapping di pintu depan," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah tadi malam meninjau shelter APTB di gerbang tol Bekasi Barat. Menurut dia, pengoperasian Transjakarta ini sudah mendapat izin dari Kementerian Perhubungan. Menurut Andri, bus yang akan dioperasikan ini merupakan kendaraan hibah dari Kementerian Perhubungan yang keseluruhannya berjumlah 600 bus Transjakarta. Akan tetapi dari 600 bus itu, pihaknya baru menerima 246 bus yang kemudian akan langsung digunakan di daerah penyanggah DKI. "Kalau seluruh bus sudah diberikan, nanti 400 bus akan dioperasikan ke koridor busway sedangkan 200 bus dioperasikan ke daerah penyangga DKI," kata Andri.
Mengenai fasilitas di lapangan, kata Andri, hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Sebab malam ini (tadi malam-red) dia langsung menginstruksikan jajarannya agar fasilitasnya segera diperbaiki. "Penerangan kita perbaiki dan sistem pembayaran tetap menggunakan e-money dengan mesin berbasis EDC," kata dia. "Termasuk alat transaksi itu dibawa untuk dipasang, jadi penumpang yang tak punya e-money bisa membayar tunai ke petugas, lalu petugas setempat menempelkan kartu e-money ke mesin itu," singkatnya.
Pantauan di lapangan, ruang dalam shelter di depan Mega Bekasi Mal tampak gelap. Lima bohlam lampu sudah hilang akibat dicuri orang yang tak bertanggung jawab. Selain minim pencahayaan, lokasinya juga tampak kotor dan berdebu.
Namun demikian, kaca di sekelilingnya masih menempel kokoh. Tak hanya itu, besi penyangga atau teralis di sekeliling bangunan juga terlihat kuat. Akan tetapi, pintu otomatis sebagai ruang keluar-masuk penumpang tak berfungsi.
Sopir reguler pasrah
Ujang Edison (49), sopir bus Mayasari Bakti P 9B Jurusan Kampung Rambutan-Bekasi ini hanya bisa pasrah jika penumpangnya berlarih ke Bus TransJakarta yang mulai dioperasikan Senin (25/4) ini. "Mau ngapain lagi? Semua penumpang saya yang biasa ke Jakarta pasti beralih naik Transjakarta," ujar Edison saat ditemui Warta Kota di shelter Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) di dekat pintu gerbang tol Bekasi Barat, Minggu (24/4) malam.
Edison mengaku sudah mengetahui rencana perpanjangan rute Transjakarta ini. Namun sejauh ini, belum ada instruksi dari para sopir maupun pengelola bus. "Teman-teman hanya pasrah bila ada Transjakarta di Kota Bekasi," kata Edison.
Menurut dia, sebelum ada Transjakarta di Kota Bekasi saja pendapatan dia sudah menurun. Hal ini dipicu karena adanya angkutan umum berbasis online. Dalam satu rit setidaknya dia hanya memperoleh pendapatan Rp 420.000. Hal itu tak sebanding dengan biaya solar dan uang untuk setoran sebesar Rp 200.000 ke perusahaan bus.
Berbeda saat belum ada angkutan berbasis online. Dalam satu rit dia mampu meraih uang Rp 600.000-Rp 700.000, dimana dalam sehari dia bisa membawa bus sebanyak lima rit. Lalu bila dikalkulasikan, maka dia bisa memperoleh uang Rp 3,5 juta per hari. "Masih bisa bawa pulang uang. Sekarang malah nombok," katanya. Oleh karena itu, dirinya tak bisa berbuat banyak dengan keputusan Pemprov DKI Jakarta yang ingin memperpanjang rutenya ke Kota Bekasi. "Kalau ini benar terjadi, saya yakin perusahaan bakalan bangkrut," ujar sopir bus bernopol B 7715 PV.
Senada juga diungkapkan Tigor (37) sopir lainnya. Menurut dia, keberadaan Transjakarta di Kota Bekasi justru menyengsarakan para sopir. Bahkan bila itu terjadi, dia berencana akan beralih pekerjaan lamanya sebagai tukang tambal ban. "Dulu aku tukang tambal ban, karena bosan aku jadi sopir. Tapi kalau nanti pendapatanku makin sulit karena ada Transjakarta, yah beralih sajalah aku ke pekerjaan lama," ungkap Tigor.
Mariam (42) salah seorang penumpang bus mengaku setuju dengan rencana tersebut. Menurut dia, keberadaan Transjakarta di Kota Bekasi bisa meringankan biaya pengeluarannya. Apalagi tarif yang dikeluarkan sama seperti di Jakarta, yaitu Rp 3.500 per orang. "Jelas saya mendukung, karena naik bus biasa saya bisa menghabiskan uang Rp 12.000 untuk ke daerah Grogol," kata dia. "Berbeda bila ada Transjakarta, saya hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 3.500 per orang," kata Mariam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160525-transjakarta-bekasi-depok_20160425_085530.jpg)