Dikorupsi, Pembangunan Terminal Bus Jatijajar Kian Tak Pasti

Terungkapnya kasus korupsi dana pembangunan jembatan utama Terminal Jatijajar membuat proyek pembangunan terminal bus tipe A kian tak pasti.

Dikorupsi, Pembangunan Terminal Bus Jatijajar Kian Tak Pasti
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Terminal Bus Jatijajar di Jalan Raya Bogor, Jatijajar, Tapos, Depok. 

WARTA KOTA, DEPOK - Terungkapnya kasus korupsi dana pembangunan jembatan utama Terminal Jatijajar yang dilakukan pengembang dan telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kota Depok, membuat proyek pembangunan terminal bus tipe A kian tak pasti.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok, Hardiman menuturkan proyek jembatan Terminal Jatijajar telah di cut-off atau dihentikan awal Januari 2016.

Sebab pengembang tidak memenuhi kewajibannya membangun jembatan utama terminal 20 persen sesuai dana anggaran yang sudah diberikan yakni Rp 1,2 Miliar.

Karenanya kata Hardiman proyek jembatan utama di Terminal Jatijajar di Jalan Raya Bogor, Tapos, Depok itu sampai kini dihentikan sementara.

"Sampai kini terhenti sementara," katanya, Selasa (19/4).

Ia mengaku tidak dapat memastikan kapan proyek jembatan utama itu akan dilanjutkan kembali.

"Sebab tidak dianggarkan di APBD untuk lelang ulang lagi tahun 2016 ini," kata Hardiman.

Karenanya kata dia dipastikan tidak ada lelang ulang atas proyek jembatan di Terminal Jatijajar itu dalam waktu dekat ini.

Saat ditanya apakah mungkin akan dimasukkan dalam APBD perubahan atau tambahan, Hardiman enggan memastikannya.

Seperti diketahui Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok akhirnya menahan Direktur Utama PT Kebangkitan Armand Kesatria (KAK), Viktor Mandjojo, selaku kontraktor proyek jembatan utama Terminal Jatijajar, Kamis (14/4) lalu.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved