Selasa, 14 April 2026

16 Kios Dibongkar untuk Pembangunan TPS Pasar Rumput

Proses revitalisasi Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Senin (18/4/2016) memasuki tahap pembongkaran kios yang di samping kanan pasar yang didirikan 1974.

Warta Kota/Bintang Pradewo
Proses revitalisasi Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (18/4/2016) memasuki tahap pembongkaran kios yang di samping kanan pasar yang didirikan tahun 1974. Ke-16 kios yang telah rata dengan tanah itu direncanakan akan dibangunan menjadi tempat penampungan sementara Pasar Rumput saat pembangunan. 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Proses revitalisasi Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (18/4/2016) memasuki tahap pembongkaran kios yang di samping kanan pasar yang didirikan tahun 1974.

Ke-16 kios yang telah rata dengan tanah itu direncanakan akan dibangunan menjadi tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Rumput saat pembangunan.

Diketahui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI akan membangun pasar dengan 2 lantai dan Rumah Susun dengan 24 lantai. Sehingga, sebelum pembangunan atau Pasar Rumput dirobohkan maka pedagang harus diberikan tempat relokasi.

Kepala Pasar Rumput, Edo menuturkan sebanyak 16 kios sudah diratakan dengan tanah. Proses pembongkaran sudah berlangsung selama satu minggu belakangan. Saat lokasi dekat parkirat sebelah barat itu sedang dibuat fondasi TPS Pasar Rumput.

"Ada 16 ruko yang dibongkar untuk tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Rumput," kata Edo kepada Warta Kota di Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (18/4/2016).

Dua eskavator merobohkan bangunan ruko dengan luas sekitar 5.000 meter persegi itu. Para pedagang yang kiosnya dibongkar dipindahkan ke Pasar Rumput. Sambil, menunggu TPS Pasar Rumput rampung dibangun.

"Rencananya TPS nya itu dua lantai. Maunya sebelum bulan puasa pedagang sudah direlokasi," ungkapnya.

Sebanyak 789 pedagang di Pasar Rumput akan direlokasi ke lokasi tersebut. Sehingga, pembangunan revitalisasi pasar bisa segera dilaksanakan.

"Lahan seluas 22.000 meter persegi itu akan dijadikan Rusun dan pasar dua lantai," ungkapnya.

Pantauan di lapangan, proses perdagangan masih terjadi di Pasar Rumput. Untuk ruko yang dibongkar sedang dilakukan pembersihan puing-puing, dan pembuatan fondasi TPS Pasar Rumput.

Salah seorang pedagang sendal Ujang (50), menyatakan sangat setuju bila pasar Rumput tersebut di perbaiki dan di bangun rusun.

Menurutnya, sudah sejak lama pasar ini tidak diperbaiki. Bangunanya sudah tua dan sering kenbanjiran.

"Setuju lah ini sudah lama tidak diperbaiki. Kalau diperbaki siapa tahu banyak pembeli yang mampir," ujarnya pria yang sudah 20 tahun berjualan di lokasi tersebut.

Dia mengatakan dengan kondisi pasar yang tidak lagi ramai dikunjungi pembeli. Sulit baginya mendapatka pendapatan pendapatan Rp. 500 ribu per hari. Padahal sebelumnya, keuntungannya diatas Rp. 500 ribu per hari.

"Susah klo sekarang-sekarang ini, pasarnya sepi. Yang lain juga mengeluh sepi. Bahkan udah pada tutup toko," kata dia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved