Menguak Pusat Bong Sabu di Glodok
Petugas kami menyamar menjadi tukang ojek.
"Sudah terang - terangan jual untuk mengkonsumsi sabu, sudah diberikan peringatan malah ngelawan. Kami sita saja barangnya, apabila ada yang menjual lagi kami terus sita dan melakukan terus pemantauan," tutur mantan Kasat Narkoba Polresta Bandung tersebut.
Ada sekitar 100 lebih bong yang disita aparat. Sebanyak 10 pedagang alat isap sabu diberi peringatan keras.
Bong Dijual Online
Selain menjual bong di emperan jalan, para pedagang tersebut menjajakannya melalui jaringan internet. Jaman teknologi semakin canggih dimanfaatkan oleh para pedagang bong ini.
"Biasa juga jual online, kalau ada yang mau bisa langsung dikirim," imbuh AY (45) satu dari pedagang bong di Jalan Pancoran, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.
Lelaki berusia 45 tahun itu mengaku membeli bong di daerah Bandung, Jawa Barat. Kemudian barangnya dijual kembali di kawasan Glodok.
"Belinya partai besar, saya langsung ke Bandung ngambil bongnya," paparnya.
AY warga asli Jakarta ini mengungkapkan sudah lama berkecimpung dalam penjualan alat isap sabu. Dalam kurun waktu 10 tahun ia sudah menjajakan bong secara bebas.
"Untungnya enggak seberapa, ya memang ini kerjaan saya. Satu bong ada yang dijual seharga Rp. 30.000 - Rp. 50.000 tergantung tipenya. Ada yang 1 paketan sama cangklong dan koreknya juga ada," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160414-narkoba_20160414_234531.jpg)