Angkutan Umum Mogok
Taksi vs Go-Jek, Apa Kabar Bemo
Permasalahan yang terjadi antara angkutan umum, termasuk taksi terhadap angkutan umum berbasis aplikasi baru-baru ini justru melupakan keberadaan bemo
WARTA KOTA, TANAH ABANG - Permasalahan yang terjadi antara angkutan umum, termasuk taksi terhadap keberadaan angkutan umum berbasis aplikasi baru-baru ini justru melupakan keberadaan sosok bemo. Angkutan umum beroda tiga yang merupakan cikal bakal mikrolet di Ibu Kota itu kian tersisihkan saat ini.
Memasuki usia lebih dari 30 tahun, kondisi bemo yang dulunya merupakan transportasi andalan warga Ibukota pada tahun 1970-an kini terlihat memprihatinkan.
Tidak hanya terlihat penyok, berkarat dengan banyaknya tambalan pada bagian bodinya, interior bagian dalam bemo juga terlihat tidak layak.
Sepasang jok kulit imitasi sepanjang satu meter yang berada di bagian kabin penumpang terlihat sudah robek dengan sebagian busa menyembul dari beberapa lubang. Jok pun terasa keras karena memang busa berwarna cokelat yang terpasang sudah tipis dimakan usia.
Namun, bukan bemo namanya apabila tidak kembali mengaspal. Walau seluruh panel kelistrikan, seperti lampu sein, lampu rem ataupun speedometer tidak berfungsi, supir bemo tetap mengaku aman berkendara, menarik penumpang.
Seperti halnya Idam (50) supir bemo di simpang Karet, tepat seberang Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pria yang telah menjadi supir bemo lebih dari 30 tahun itu mengaku tetap optimis untuk bertahan di tengah pesatnya perkembangan angkutan umum saat ini.
Apalagi, membludaknya ojek online seperti Go-Jek ataupun GrabBike yang lebih luwes menembus kemacetan dibandingkan bemo miliknya.
"Makin sepi (penumpang) bang, tapi mau gimana lagi. Kalo dulu saingannya cuma sama bajaj terus ojek sama angkot, nah sekarang ada Go-Jek, apa-apa pake telepon, makin lama-makin habis tarikan," ungkapnya.
Warga Rusun Bendungan Hilir itu pun mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk melawan persaingan tidak seimbang dari angkutan umum berbasis aplikasi saat ini.
Dirinya mengaku hanya menawarkan tarif yang murah agar penumpang tetap melirik bemo miliknya.
"Yah namanya juga bemo, dari dulu ya begini-begini aja, bannya tiga, nggak ada AC (pendingin udara). Nah bingungnya, kenapa pas Go-Jek ribut, taksi ribut pemerintah belain, giliran kami makin susah nggak ada yang belain," ungkapnya sesal.
Sepinya peminat bemo memang jelas terlihat saat Warta Kota sejenak menunggu di pangkalan Idam yang berada persis di putaran arah kolong fly over Karet pada Rabu (23/3/2016). Hampir satu jam menunggu, penumpang yang dinanti tidak kunjung datang.
Namun, sesaat beberapa penumpang datang, Idam terlihat tidak mau mangkal lebih lama. Dirinya segera bergegas menyalakan bemo dan memutar stir untuk mengantarkan penumpang melintasi trayeknya yang hanya seputaran Karet Bivak hingga kolong putaran arah fly over Sudirman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bemo-di-kolong_20160323_131449.jpg)